Padang, merapinews.com —
Percakapan itu mula-mula bergerak pelan. Dari sudut warung kopi, dari layar telepon genggam, lalu menjalar cepat ke grup-grup percakapan warga. Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Limapuluh Kota dan Payakumbuh gaduh oleh rekaman video call sex (VCS) yang dikaitkan dengan Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang.
Tak banyak yang benar-benar mengetahui asal rekaman itu. Namun hampir semua orang pernah mendengar. Ada yang mengaku melihat potongan video, ada pula yang hanya mendengar dari mulut ke mulut. Di tengah arus informasi digital yang nyaris tanpa batas, rumor bergerak lebih cepat dibanding penjelasan resmi.
“Katanya mirip?,” bisik seorang warga pelan, seolah khawatir ikut terseret dalam pusaran isu yang belum jelas kebenarannya.
Di tengah riuh spekulasi yang terus membesar, Polda Sumatra Barat akhirnya angkat bicara. Melalui Kabid Humas Kombes Pol Susmelawati Rosya, kepolisian meminta masyarakat tidak lagi menghebohkan kasus tersebut.
Menurut Susmelawati, imbauan itu disampaikan dengan pertimbangan dampak psikologis terhadap keluarga dan anak-anak pihak yang dikaitkan dalam rekaman yang beredar.
“Pertimbangannya karena dampak psikologis terhadap keluarga dan anak-anak,” ujarnya seperti dilansir langgam.id, Jumat (24/4/2026).
Polda Sumbar menegaskan, penanganan perkara masih berada di Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sumbar.
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan seorang pria berinisial Abg, narapidana di Lapas Sarolangun, sebagai tersangka yang diduga terlibat dalam penyebaran rekaman tersebut.
Kepolisian juga menyebut rekaman VCS yang beredar merupakan hasil editan berdasarkan pengakuan pelaku.
Namun sebelum klarifikasi itu muncul, ruang publik telanjur dipenuhi berbagai multi tafsir.
Wajah dalam video disebut-sebut menyerupai seorang pejabat publik. Ketidakpastian mengenai identitas dan keaslian rekaman justru membuat isu berkembang semakin liar.(asroel bb)
