Agam,merapinews.com —
Wacana pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi kembali mengundang perhatian masyarakat, terutama bagi daerah yang diperkirakan akan dilintasi jalur strategis tersebut.
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang mengenai wilayah yang akan terdampak, Pemerintah Kabupaten Agam lebih memilih menunggu keputusan resmi sembari menegaskan dukungan terhadap proyek tersebut.
Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam mendukung rencana pembangunan jalan tol Sicincin–Bukittinggi yang diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur penting di Sumatera Barat.
Bagi Benni Warlis, pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar membuka jalur baru, tetapi juga bagian dari upaya mempercepat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Agam mendukung pembangunan jalan tol Sicincin–Bukittinggi. Ini merupakan program pembangunan yang tentu diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah,” ungkapnya.
Namun di balik dukungan itu, Benni menegaskan satu hal yang masih menjadi tanda tanya besar bagi banyak pihak, yakni terkait kepastian trase atau jalur yang akan dilalui pembangunan jalan tol tersebut.
Hingga saat ini, menurutnya, pemerintah belum menetapkan wilayah mana saja yang masuk dalam jalur pembangunan. Karena itu, berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat masih belum dapat dijadikan acuan resmi.
“Untuk daerah mana saja yang akan menjadi trase jalan tol sampai saat ini belum ada keputusan. Kita masih menunggu pembahasan lebih lanjut,”ujar Benni.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga masih menanti hasil pembahasan lanjutan yang direncanakan berlangsung pada awal Juni 2026 di Kementerian Pekerjaan Umum.
Rapat tersebut akan membahas perkembangan dan kelanjutan rencana pembangunan proyek jalan tol itu.
Di tengah antusiasme masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur besar ini, muncul pula berbagai harapan dan pertanyaan.
Sebagian masyarakat, ujar Benni, melihat jalan tol sebagai pintu percepatan ekonomi dan kemudahan akses transportasi, sementara sebagian lainnya mulai menanti kepastian wilayah yang akan terdampak secara langsung.
Ruas Tol Sicincin–Bukittinggi sendiri direncanakan memiliki panjang sekitar 40 kilometer dan merupakan lanjutan dari Jalan Tol Padang–Sicincin.
Kini, Kabupaten Agam berada pada posisi menunggu kepastian. Dukungan telah disampaikan, harapan telah dititipkan, namun satu hal yang masih dinanti adalah jawaban mengenai jalur mana yang nantinya akan menjadi bagian dari proyek besar tersebut.(asroel bb).

