arrow_upward

Bupati Safni Sikumbang: Anyaman Mansiang Taratak Harus Jadi Produk Mendunia

14 Mei 2026 : 14.5.26

Sarilamak, merapinews.com. —

“Anyaman mansiang Taratak bukan hanya warisan budaya masyarakat Lima Puluh Kota, tetapi juga kekuatan ekonomi yang mampu membawa nama daerah ke pasar dunia.”

Pernyataan itu disampaikan Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota Haji Safni Sikumbang saat melihat langsung geliat para perajin anyaman mansiang di Jorong Taratak, Nagari Kubang, Kecamatan Guguak. Di tengah kesederhanaan kampung, ia menyaksikan bagaimana tangan-tangan terampil kaum ibu mampu menghasilkan produk bernilai ekspor yang kini diminati berbagai negara.

Menurut Syafni, perkembangan anyaman mansiang menjadi bukti bahwa potensi lokal jika dibina secara serius mampu menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Ribuan pesanan yang datang dari luar daerah hingga mancanegara menunjukkan kualitas kerajinan masyarakat Taratak tidak kalah dengan produk industri besar.

“Saya tetap hadir mendukung para pelaku UMKM. Saya ingin anyaman mansiang  semakin berkembang, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harap Safni.

Menurut Syafni, anyaman mansiang bukan sekadar aktivitas mengisi waktu. Kerajinan tradisional itu telah menjadi denyut ekonomi keluarga. Hampir di setiap sudut kampung, terlihat emak-emak tekun menganyam helai demi helai mansiang menjadi tas, dompet, tikar hingga berbagai produk suvenir bernilai tinggi.

Bahan baku yang berasal dari tanaman rawa itu kini menjelma menjadi produk kreatif dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan identitas budaya Minangkabau. 

Warna-warna alami dan motif khas membuat produk anyaman mansiang memiliki daya tarik tersendiri di pasar internasional.

Perjalanan anyaman mansiang menembus pasar dunia juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak bersama pemerintah daerah, kami akan terus melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM. Mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan desain, pengemasan hingga membuka akses pemasaran global.

Bupati Safni menilai, keberhasilan para perajin Taratak harus menjadi inspirasi bagi nagari lain di Lima Puluh Kota untuk mengembangkan potensi lokal masing-masing.

“Dari kampung kecil ini kita belajar bahwa karya masyarakat mampu mendunia. Yang penting ada kemauan, pembinaan dan keberpihakan kepada UMKM,” tutur Syafni.

Kini, dari Jorong Taratak yang tenang di kaki perbukitan Lima Puluh Kota, anyaman mansiang terus bergerak menembus batas negara. Membawa cerita tentang budaya, ketekunan dan harapan masyarakat yang tumbuh dari akar tradisi.(asroel bb)