arrow_upward

Di Tengah Hujan dan Derasnya Kiriman Air, PUPR Payakumbuh Bergerak Menjaga Akses Warga

13 Mei 2026 : 13.5.26

 

Payakumbuh,merapinews.com. — 

“Kami bergerak cepat melakukan penanganan agar akses masyarakat tetap aman dan infrastruktur dapat kembali berfungsi secara optimal pasca bencana.”

Kalimat itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh, Muslim, ST, M.Si, saat memimpin langsung timnya turun ke sejumlah titik terdampak bencana hidrometeorologi, Selasa malam hingga Rabu dini hari, 13 Mei 2026.

Malam itu, hujan turun dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Payakumbuh dan kawasan hulu. Air kiriman datang nyaris bersamaan, membawa lumpur, sampah, serta material yang menutup sejumlah saluran dan mengganggu akses masyarakat di beberapa lokasi.

Di tengah kondisi cuaca yang belum bersahabat, personel Dinas PUPR Kota Payakumbuh terlihat berjibaku di lapangan. Sebagian membersihkan material yang menumpuk di drainase, lainnya membuka akses jalan yang sempat terganggu genangan dan aliran air.

Muslim tidak hanya memantau dari balik meja. Ia turun langsung bersama tim memastikan penanganan dilakukan secepat mungkin agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh terlalu lama.

Bagi warga, kehadiran alat berat dan petugas di tengah malam menjadi tanda bahwa pemerintah bergerak cepat menghadapi situasi darurat. Normalisasi saluran air dilakukan untuk mengurangi tekanan debit yang terus meningkat akibat hujan berkepanjangan.

Sejumlah titik rawan juga menjadi perhatian serius. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan susulan apabila curah hujan kembali tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Muslim, penanganan pascabencana tidak hanya soal membersihkan material, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengutamakan keselamatan, serta segera melaporkan apabila ditemukan titik rawan maupun kerusakan infrastruktur di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi kali ini kembali mengingatkan bahwa perubahan cuaca ekstrem menjadi tantangan nyata bagi daerah-daerah yang memiliki aliran sungai dan kawasan perbukitan di sekitarnya. Namun di balik situasi itu, terlihat bagaimana respon cepat pemerintah daerah menjadi harapan pertama masyarakat ketika bencana datang tanpa aba-aba.(asroel bb)