arrow_upward

Murma Eva Marpendi; Mancing Maniak Digelar Satu Kali Setahun di Tirta Sari

09 Mei 2026 : 9.5.26

 

              Agam,merapinews.com. --

Ribuan pasang mata tertuju ke permukaan air Tirta Sari Park. Di tepian danau buatan itu, ratusan mania mancing duduk berjajar dengan joran di tangan, menanti getaran kecil dari pelampung kail yang dilempar ke permukaan air. 

Sesekali terdengar sorak kegembiraan ketika ikan berhasil ditarik ke daratan. 

Tawa, canda, dan teriakan penuh semangat berpadu menjadi warna tersendiri dalam Alek Mancing Maniak yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

Lebih dari 450 peserta dari berbagai daerah ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Bagi sebagian orang, memancing mungkin hanya sekadar hobi. Namun di Tirta Sari Park, mancing berubah menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan banyak kalangan tanpa sekat.

Di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin danau, para peserta tampak larut dalam suasana akrab. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang membawa komunitas mancing dari daerah lain.

Aroma kopi dan makanan ringan dari lapak warga menambah hangat suasana di sekitar lokasi.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS, Eva Mafendi, menilai kegiatan tersebut memiliki dampak sosial yang besar bagi masyarakat. 

"Ekonomi masyarakat tepatan bergerak, bahkan ada diantara pedagang yang lebih awal langsung gulung tikar setelah jualan mereka habis yerkuterjual", ujar Nurma Eva Marpendi, menjawab pertanyaan dalam sebuah dialog Sabtu 8 Mai 2026.

Menurutnya, Alek Mancing Maniak bukan hanya tentang mencari ikan, tetapi juga memperkuat hubungan antara warga dan menghadirkan hiburan rakyat yang sehat.

“Kita menyaksikan langsung tingginya antusias masyarakat menyalurkan hobi mereka. Ini bukan sekadar lomba memancing, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan menghidupkan suasana wisata di daerah,” papar Nurma Eva Mafendi, didampingi Wali Nagari Koto Tangah di sela kegiatan.

Ia menegaskan, kegiatan mancing maniak di Danau Tirta Sari akan diupayakan menjadi agenda tahunan yang digelar satu kali dalam setahun. 

Dengan begitu, kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pecinta mancing dari luar daerah.

“Insyaallah kegiatan ini akan kita helat satu kali dalam satu tahun. Kita ingin Tirta Sari tidak hanya dikenal sebagai lokasi wisata, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat yang positif dan membangun kebersamaan,” katanya.

Menurut Eva Mafendi, kegiatan seperti ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ratusan peserta membuat pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga warga sekitar ikut merasakan manfaat dari ramainya pengunjung.

Sementara itu, suasana di tepi danau terus berlangsung semarak. Para peserta tetap fokus memandangi pelampung di atas air, berharap keberuntungan datang bersama tarikan ikan berikutnya. Namun lebih dari itu, Alek Mancing Maniak telah menghadirkan satu hal yang lebih penting: kebersamaan yang tumbuh sederhana dari hobi yang sama.(asroel bb)