arrow_upward

Ny. Yesi Endriani Ramlan: Perempuan Bukittinggi Harus Tangguh, Kreatif dan Berdaya

15 Mei 2026 : 15.5.26

Bukittinggi, merapinews.com — 

Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, menegaskan perempuan harus menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, kreatif dan berdaya dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Kekuatan perempuan sesungguhnya terletak pada kebersamaan, gotong royong dan kepedulian yang tumbuh dari lingkungan terkecil di tengah masyarakat. Saya berharap perempuan Kota Bukittinggi terus menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, kreatif dan berdaya,” ungkapnya dalam talkshow bertema “Perempuan Pembelajar Sepanjang Hayat, Menuju Keberdayaan dan Kemuliaan” di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas P3APPKB itu sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Kartini dengan menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif dan diikuti unsur organisasi wanita serta TP PKK.

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Bukittinggi menyerahkan penghargaan kepada sejumlah perempuan inspiratif di Kota Bukittinggi. Ny. Yesi Endriani Ramlan menerima penghargaan sebagai inisiator Sekolah Keluarga dan Perempuan Politik.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Bundo Nelyati sebagai penggiat perempuan berbudaya Minangkabau dan kepada Zuryani, S.Pd., sebagai perempuan inspiratif penggerak lingkungan melalui Bank Sampah Seroja.

Sejak 2018, Zuryani dinilai konsisten menggerakkan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan ekonomi. Melalui Bank Sampah Seroja, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang digunakan untuk kebutuhan anggota dan pembelian peralatan mushola.

Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Yanti, menjelaskan perempuan memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat sehingga perlu terus didorong untuk berkembang, belajar dan berdaya.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi yang diwakili Staf Ahli Emil Achir menyampaikan peringatan Hari Kartini harus menjadi momentum refleksi perjuangan perempuan Indonesia dalam memperoleh pendidikan, kesempatan dan ruang berkarya.

“Belajar bukan dibatasi usia, profesi maupun status sosial. Namun belajar harus bisa dilakukan oleh siapa saja selama hayat dikandung badan,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dalam keluarga, penggerak ekonomi, penjaga nilai budaya sekaligus mitra pembangunan daerah.(asroel bb).