Limapuluh Kota, merapinews.com — Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota masih terus menggenjot program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pasca bencana meteorologi yang melanda daerah itu pada November 2025 lalu.
Sejumlah fasilitas umum dan rumah hunian warga terdampak kini menjadi prioritas pemulihan.
Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah daerah memperoleh dukungan dana Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp. 109 miliar serta dana pemulihan pasca bencana sebesar Rp. 27 miliar yang diperuntukkan bagi percepatan penanganan dampak bencana.
Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang menjelaskan, bantuan dana dari pemerintah pusat tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk mendukung daerah-daerah yang terdampak bencana meteorologi.
"Hanya tiga provinsi yang memperoleh dukungan dana TKD pasca bencana meteorologi, yaitu Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Utara.
Sementara di Sumatera Barat sendiri hanya 13 kabupaten dan kota yang menerima bantuan tersebut," ujar Safni Sikumbang melalui Inspektur Kabupaten Limapuluh Kota Irwandi, Kamis (20/5/2026) di ruang kerjanya.
Menurut Irwandi, alokasi dana transfer dari pemerintah pusat itu menjadi instrumen penting bagi daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional setelah diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Pemerintah.
"Jika dibandingkan dengan kondisi fiskal daerah sebelum kebijakan efisiensi anggaran diberlakukan, memang terdapat perbedaan, namun tidak terlalu signifikan.
Dana TKD inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk membiayai rehab rekon sejumlah fasilitas umum serta rumah warga yang terdampak bencana," kata Irwandi.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan rehab rekon terhadap sekitar 500 unit rumah warga beserta fasilitas pendukung lainnya.
Meski belum merinci total anggaran yang disiapkan, bantuan diberikan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan.
"Bantuannya bervariasi, mulai dari kerusakan ringan, sedang hingga berat. Untuk kerusakan ringan sekitar 20 persen diberikan bantuan stimulan Rp. 5 juta.
Kerusakan di atas 30 persen memperoleh bantuan Rp. 15 juta, sedangkan kerusakan berat 60 persen Rp. 30 juta bila kesukaan itu di atas 60 persen lebih, diarahkan pada program rumah hunian tetap atau Huntap," jelasnya.
Selain fokus pada pemulihan, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota juga mulai menyiapkan langkah mitigasi sebagai upaya mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah penempatan alat berat jenis excavator di sejumlah wilayah rawan bencana guna mempercepat penanganan saat terjadi longsor maupun gangguan infrastruktur akibat cuaca ekstrem.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat wilayah Limapuluh Kota memiliki topografi perbukitan yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat intensitas curah hujan tinggi terjadi dalam waktu panjang.
Dengan upaya rehabilitasi dan penguatan mitigasi secara bersamaan, pemerintah daerah berharap pemulihan kehidupan masyarakat dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.(asroel bb).

