arrow_upward

PMI Bukittinggi Gandeng Pedagang Pasar Bawah, Perkuat Gerakan Donor Darah

21 Mei 2026 : 21.5.26

 

Bukittinggi,merapinews.com — 

Upaya memperkuat gerakan kemanusiaan melalui donor darah terus diperluas di Kota Bukittinggi. Ketua PMI Kota Bukittinggi, H. Chairunnas didampingi Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Bukittinggi, dr. Herijon, M.Kes, bersama Ketua Organisasi Pedagang Pasar Bawah Bersatu Bukittinggi, Medi Adrianto, melaksanakan penandatanganan kerja sama untuk mendukung kegiatan donor darah di Kota Bukittinggi.

Penandatanganan kerja sama tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi langkah nyata dalam membangun gerakan sosial yang melibatkan lebih banyak unsur masyarakat. Kehadiran komunitas pedagang sebagai mitra strategis dinilai memiliki kekuatan besar dalam menyebarkan semangat kepedulian kepada sesama.

Di tengah tingginya kebutuhan darah di berbagai fasilitas kesehatan, ketersediaan stok darah menjadi persoalan yang memerlukan perhatian bersama. Tidak sedikit pasien yang menjalani operasi, ibu melahirkan, penderita thalasemia, korban kecelakaan hingga pasien penyakit tertentu membutuhkan pasokan darah secara rutin. Karena itu, keberlangsungan donor darah tidak hanya bergantung pada lembaga kesehatan, namun juga pada kesadaran kolektif masyarakat.

Ketua PMI Kota Bukittinggi, H. Chairunnas menyampaikan, kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan mengajak masyarakat, khususnya para pedagang Pasar Bawah, agar lebih aktif terlibat dalam aksi kemanusiaan.

Sementara itu, keterlibatan Organisasi Pedagang Pasar Bawah Bersatu menjadi warna tersendiri dalam gerakan sosial tersebut. Aktivitas pasar yang setiap hari dipenuhi interaksi masyarakat dinilai dapat menjadi ruang efektif dalam membangun kesadaran publik tentang pentingnya donor darah.

Bukan tidak mungkin, pasar yang selama ini identik dengan aktivitas ekonomi juga tumbuh menjadi ruang yang menghadirkan nilai kemanusiaan. Dari tempat orang berjual beli, lahir pula semangat untuk berbagi dan membantu sesama.

Melalui kerja sama ini diharapkan kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan dapat terus terpenuhi, sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Donor darah bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menghadirkan harapan. Setetes darah yang disumbangkan mungkin tampak sederhana, namun bagi seseorang yang sedang menunggu pertolongan di ruang perawatan rumah sakit, itu dapat menjadi awal dari kesempatan hidup yang baru.(asroel bb)