Bukittinggi,merapinews.com. ---
Di tengah persiapan menyambut satu abad usia Jam Gadang, denyut pembenahan mulai terasa di jantung Kota Bukittinggi.
Tidak hanya panggung-panggung kegiatan dan agenda seremoni yang dipersiapkan, pemerintah kota juga mulai menata hal-hal kecil yang selama ini luput dari perhatian, namun sangat menentukan kenyamanan masyarakat dan wisatawan.
Salah satunya terlihat di kawasan depan Ramayana dan Bank BRI Pasar Atas. Deru alat kerja dan aktivitas pekerja proyek menjadi penanda dimulainya pembenahan trotoar yang selama ini menjadi jalur utama pejalan kaki menuju kawasan Jam Gadang.
Bagi sebagian orang, trotoar mungkin hanya pelengkap jalan. Namun bagi Pemerintah Kota Bukittinggi, pedestrian itu merupakan wajah pertama yang dilihat wisatawan ketika menapakkan kaki di pusat kota.
“Kondisi trotoar itu sudah tidak layak lagi untuk tempat lalu lalang masyarakat yang berkunjung ke objek wisata Jam Gadang,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bukittinggi, Rahmad AE.
Rahmad tidak menampik, sejumlah titik pedestrian memang mengalami kerusakan. Permukaan trotoar terlihat tidak rata, bahkan di beberapa bagian terdapat kemiringan yang cukup mengganggu pejalan kaki.
Menurutnya, kondisi seperti itu tidak bisa dibiarkan, terlebih Kota Bukittinggi dalam waktu dekat akan menyambut momentum besar peringatan 100 tahun Jam Gadang yang diperkirakan akan dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah dan negara.
“Kalau kemiringan itu tidak diratakan, tentu akan mengganggu masyarakat. Kita ingin orang datang ke Jam Gadang merasa nyaman berjalan kaki,” katanya.
Bagi Rahmad, pembenahan kota bukan semata proyek fisik, melainkan upaya menghadirkan rasa nyaman bagi masyarakat. Karena itu, perbaikan trotoar dilakukan melalui program perawatan rutin dengan fokus utama pada keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Di kawasan Pasar Atas, pembenahan tidak hanya menyentuh lantai pedestrian. Pemerintah juga mulai menata pembatas jalan dan memperbaiki estetika kawasan perdagangan agar lebih tertib dan ramah wisata.
Langkah tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai keluhan masyarakat yang selama ini menyoroti sempitnya ruang pejalan kaki akibat parkir kendaraan dan aktivitas pedagang kaki lima.
“Kita ingin fungsi trotoar kembali untuk pejalan kaki. Karena kawasan ini merupakan pusat aktivitas masyarakat dan destinasi wisata utama kota,” tutur Rahmad.
Suasana kawasan Pasar Atas kini perlahan berubah. Trotoar yang sebelumnya tampak kusam mulai dibenahi. Pemerintah berharap, ketika peringatan satu abad Jam Gadang digelar nanti, wajah kota benar-benar siap menyambut tamu dan wisatawan.
Bukan hanya megah dalam seremoni, tetapi juga nyaman dalam setiap langkah kaki yang melintas di pusat kota Bukittinggi.(asroel bb)

