arrow_upward

Ramlan: Tidak Ada Tebang Pilih, PKL Jam Gadang Dipindahkan ke Pasa Ateh

23 Mei 2026 : 23.5.26

 

Bukittinggi, merapinews.com — 

"Kita punya perda. Tidak ada tebang pilih. Di mana boleh berdagang dan di mana yang tidak, pedagang tentu harus patuh," 

Penegasan itu disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, saat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jam Gadang, Kamis (21/05).

Seluruh PKL yang berjualan di kawasan Jam Gadang secara bertahap dipindahkan ke Pasa Ateh dengan bantuan petugas Satpol PP dan tim SK4 Kota Bukittinggi.

Ramlan menjelaskan, langkah penertiban tersebut sebagai upaya penegakan peraturan daerah (Perda) tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat (trantibum) yang telah ditetapkan bersama DPRD Kota Bukittinggi.

Salah satu aturan yang harus dipatuhi masyarakat adalah larangan berjualan di fasilitas umum, termasuk kawasan Jam Gadang dan sejumlah lokasi yang telah ditetapkan sebagai area terlarang untuk aktivitas perdagangan.

"Pemerintah itu kerjanya mengatur. Jadi kalau mau patuh silakan, tidak ada istilah preman di sini. Saya selaku Wali Kota Bukittinggi bertanggung jawab soal ini," ujar Ramlan.

Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, juga telah menyiapkan solusi bagi para pedagang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian dengan menyediakan lokasi baru di kawasan Pasa Ateh.

"Kita sudah atur semua. Pemerintah sudah siapkan tempat di dalam Pasa Ateh. Jadi semua terpusat di sana. Pengunjung bisa mencari barang yang dibutuhkan baik di kios, PKL maupun toko-toko di sekeliling Pasa Ateh. Intinya semua berkeadilan dan tertata dengan baik," jelasnya.

Proses relokasi berlangsung lancar tanpa adanya penolakan dari para pedagang. Petugas Satpol PP bersama tim SK4 juga membantu proses pemindahan barang dagangan menuju lokasi yang telah disiapkan.(asroel bb)

Sebagai bentuk dukungan pada tahap awal relokasi, Pemerintah Kota Bukittinggi juga menggratiskan seluruh PKL yang menempati lokasi baru di Pasa Ateh.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama para pedagang yang bersedia pindah ke dalam Pasa Ateh. Untuk tahap awal ini kita gratiskan seluruh PKL yang masuk ke dalam Pasa Ateh," ujar Ramlan.

(asroel bb)