Limapuluh Kota,merapinews.com — Pembangunan infrastruktur di kawasan pedesaan terus dipacu melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD/N) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0306/50 Kota, dii Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.
Personel Satgas TMMD/N bersama masyarakat terus berjibaku membuka akses jalan yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan penting warga.
Dukungan alat berat excavator mempercepat pembukaan badan jalan sepanjang 2.700 meter dengan lebar 7 meter. Hingga Jumat (31/7), pekerjaan tersebut telah mencapai 75 persen.
Dansatgas TMMD/N 129 Kodim 0306/50 Kota, Letkol Inf. Nopriadi Nata, mengatakan pelaksanaan TMMD/N tidak hanya berorientasi pada pencapaian sasaran fisik, tetapi juga bagaimana pembangunan yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, pembukaan akses jalan menjadi salah satu sasaran penting karena infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sekaligus membuka peluang pengembangan potensi ekonomi di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
"TMMD/N, merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat. Kami berupaya agar seluruh sasaran yang telah ditetapkan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya, sehingga hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat digunakan dalam jangka panjang," ujar Letkol Inf. Nopriadi Nata.
Ia menegaskan, keberhasilan pelaksanaan TMMD/N tidak dapat dilepaskan dari dukungan dan partisipasi masyarakat. Semangat gotong royong antara personel Satgas dengan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian setiap sasaran pembangunan.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan masyarakat. Kebersamaan dan gotong royong yang terbangun selama pelaksanaan TMMD/N menjadi modal penting untuk menyelesaikan seluruh sasaran. Harapan kami, apa yang dibangun bersama ini dapat dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat," katanya.
Selain pembukaan badan jalan, pekerjaan penurunan elevasi sepanjang 400 meter dan pemasangan lima titik gorong-gorong telah rampung 100 persen. Sementara pemasangan pasangan batu mencapai 75,5 persen, pembangunan tujuh unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mencapai 74 persen, sedangkan pembangunan Tugu TMMD/N telah mencapai 43 persen.
Pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek fisik. Akses tersebut diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah, memperlancar mobilitas warga, sekaligus menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan.
Pembangunan yang digerakkan Satgas TMMD/N juga tidak berhenti pada infrastruktur. Sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat terus dijalankan.
Program ketahanan pangan di lahan seluas satu hektare telah rampung 100 persen. Begitu pula kegiatan penanaman pohon, pembagian paket makanan bagi penderita stunting, pelayanan kesehatan gratis, bazar murah, pembagian sembako hingga aksi pembersihan lingkungan, seluruhnya telah terealisasi 100 persen.
Sementara itu, program TNI Manunggal Air Bersih masih berjalan dengan capaian progres 58 persen.
Di sisi lain, TMMD/N Ke-129 juga menyasar pembangunan sumber daya manusia. Berbagai penyuluhan diberikan kepada masyarakat, mulai dari wawasan kebangsaan, bela negara, kesehatan lingkungan, keluarga berencana, mitigasi bencana, ketahanan pangan, keagamaan, pertanian, perikanan, hukum hingga literasi digital.
Pesannya jelas, pembangunan desa tidak cukup hanya dengan membuka jalan dan membangun rumah. Masyarakat juga harus diperkuat dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu berdiri lebih mandiri dan berdaya saing.
Pelaksanaan kegiatan hari ini melibatkan 110 personel TNI, lima personel Polri dan enam warga masyarakat. Mereka bekerja bersama dalam semangat gotong royong, memperlihatkan bahwa pembangunan di tingkat nagari membutuhkan sinergi dan keterlibatan seluruh unsur.
Program TMMD/N Ke-129 Kodim 0306/50 Kota pada akhirnya bukan hanya tentang berapa meter jalan yang berhasil dibuka atau berapa unit rumah yang berhasil dibangun. Lebih dari itu, program ini menyentuh persoalan mendasar masyarakat, akses, konektivitas, kesehatan, ketahanan pangan, air bersih dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Jika seluruh sasaran dapat diselesaikan tepat waktu, hasil pembangunan tersebut diharapkan menjadi modal baru bagi masyarakat Jorong Buluh Kasok dan sekitarnya untuk bergerak lebih cepat menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
Sebab, jalan yang dibuka hari ini bukan hanya menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lainnya. Jalan itu juga diharapkan membuka akses menuju peluang ekonomi, pelayanan publik dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.
TMMD/N bukan sekadar membangun jalan dan infrastruktur. Di balik kerja fisik tersebut, ada upaya membangun harapan, memperkuat persatuan dan memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan pemerataan pembangunan nasional.(rel/asroel bb)

