arrow_upward

28 Tahun Terabaikan, Drainase Pasar Bawah Akhirnya Dibongkar

20 Agustus 2026 : 20.8.26

 

Bukittinggi,merapinews.com. — 

Setelah hampir tiga dekade tak tersentuh perbaikan, drainase Pasar Bawah Bukittinggi akhirnya dibongkar dan direvitalisasi. Saluran yang terakhir diperbaiki pada 1998 itu kini menjadi perhatian Pemerintah Kota Bukittinggi karena kondisinya telah dipenuhi endapan tanah dan dinilai menjadi salah satu penyebab pasar tradisional tersebut kerap tergenang dan becek.

Pekerjaan revitalisasi drainase tersebut ditinjau langsung Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, bersama sejumlah kepala SKPD terkait, Kamis (20/8/2026).

Ramlan meminta pekerjaan tidak sekadar mengejar penyelesaian fisik, tetapi benar-benar mampu mengatasi persoalan genangan yang selama ini dikeluhkan pedagang dan pengunjung.

Ia juga menginstruksikan agar pekerjaan lebih banyak dilakukan pada malam hari. Langkah itu untuk mencegah aktivitas pembangunan mengganggu kegiatan jual beli yang berlangsung sejak pagi hingga sore.

"Kita laksanakan pekerjaan di malam hari. Sudah enam hari berjalan, pelaksanaannya cukup baik, besi-besi sudah masuk di saluran yang diperbaiki. Kita harapkan pekerjaan perbaikan drainase ini berjalan maksimal," ujar Ramlan.

Drainase Tersumbat, Pasar Becek

Ramlan mengungkapkan, kondisi drainase Pasar Bawah saat dibongkar menunjukkan adanya persoalan yang sudah berlangsung cukup lama. Saluran dipenuhi tanah sehingga menghambat aliran air.

"Menurut catatan, terakhir tahun 1998 dan kita lihat bahwa drainase itu penuh dengan tanah. Jadi mulai sekarang kita perbaiki lagi, dibongkar isinya, dicor lagi, dicor lantainya, kiri kanan sampai atas," jelasnya.

Dengan revitalisasi tersebut, Pemko Bukittinggi menargetkan aliran air dari kawasan pasar dapat kembali lancar menuju saluran induk.

"Tujuan kita adalah supaya air lancar ke saluran induk dan tidak ada lagi genangan dan becek di dalam pasar," tegas Ramlan.

Persoalan drainase ini menjadi penting karena Pasar Bawah bukan hanya pusat aktivitas perdagangan masyarakat, tetapi juga salah satu wajah pasar tradisional Bukittinggi. Genangan dan kondisi becek berpotensi mengurangi kenyamanan pedagang maupun pembeli.

Revitalisasi drainase menjadi langkah awal dari rencana pembenahan Pasar Bawah secara bertahap. Pemko Bukittinggi menyiapkan sejumlah pekerjaan lanjutan, mulai dari penggantian lantai, pembangunan WC dan kamar mandi, pembangunan mushala hingga pembenahan atap pasar.

Ramlan menegaskan, modernisasi tidak berarti menghilangkan identitas Pasar Bawah sebagai pasar tradisional.

"Tujuan kita adalah mempertahankan konsep pasar tradisional Pasar Bawah. Artinya, batu-batu itu tetap kita pelihara dan kita ingin bagaimana ibu-ibu kita dulu berjualan bakatidiang, itu kita pertahankan," katanya.

Menurut Ramlan, pembenahan Pasar Bawah akan dilakukan secara bertahap dengan penganggaran setiap tahun.

"Insya Allah pelan-pelan kita perbaiki dan setiap tahun kita anggarkan untuk pekerjaan perbaikan di Pasar Bawah. Kita ingin orang berbelanja di Pasar Bawah, nyaman dan bersih," pungkasnya.

Kini, setelah 28 tahun, drainase Pasar Bawah kembali dibongkar. Pekerjaan tersebut sekaligus menjadi ujian bagi Pemko Bukittinggi: apakah revitalisasi hanya memperbaiki fisik saluran, atau benar-benar mampu mengakhiri persoalan genangan yang selama bertahun-tahun menghantui aktivitas perdagangan di pasar tersebut.(asroel bb)