Bukittinggi, merapinews.com —
Matahari belum tentu telah tinggi ketika 54 putra-putri terbaik Kota Bukittinggi mulai menata langkah. Seragam latihan melekat di tubuh, wajah-wajah muda menyimpan keseriusan. Di hadapan mereka terbentang satu amanah yang tidak ringan: menjadi pengibar Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bagi Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, kesempatan menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar kebanggaan karena mengenakan seragam dan berdiri di tengah lapangan upacara.
Di balik setiap langkah tegap dan gerakan yang harus serempak, ada nilai perjuangan yang harus mereka bawa.
“Menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan. Paskibraka bukan hanya bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga menjadi simbol semangat perjuangan bangsa, cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, serta harapan masa depan Indonesia,” ujar Ibnu Asis.
Kalimat itu menjadi bagian dari perjalanan panjang yang kini dijalani 54 Calon Paskibraka (Capaska) Kota Bukittinggi.
Mereka sedang memasuki pemusatan latihan tahap kedua yang dikenal dengan tantingan, di Hotel Dymens yang ditetapkan sebagai Desa Bahagia, 8 hingga 18 Agustus 2026.
Di tempat inilah proses pembentukan karakter itu berlangsung lebih intens.
Bukan hanya tubuh yang dilatih agar kuat berdiri berjam-jam. Bukan hanya kaki yang diajarkan melangkah dalam irama yang sama. Tetapi juga mental, disiplin, kepemimpinan, kekompakan dan tanggung jawab yang perlahan ditanamkan dalam diri mereka.
Sebanyak 54 Capaska tersebut merupakan hasil seleksi, terdiri dari 28 putra dan 26 putri.
Mereka datang dari latar belakang yang berbeda. Namun di Desa Bahagia, perbedaan itu dilebur menjadi satu barisan.
Satu langkah.
Satu gerakan.
Satu tujuan.
Merah Putih.
Bagi sebagian orang, pengibaran bendera mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun bagi para Capaska, beberapa menit tersebut adalah puncak dari perjalanan panjang yang harus dilalui dengan disiplin dan pengorbanan.
Sejak 21 Juli 2026, mereka telah menjalani pendidikan dan pelatihan. Proses tersebut terus berlangsung hingga 15 Agustus 2026.
Di antara jadwal latihan yang padat, mereka harus belajar mengendalikan rasa lelah, menahan ego, saling menguatkan dan memahami bahwa keberhasilan satu orang tidak akan berarti jika seluruh pasukan tidak mampu bergerak sebagai satu kesatuan.
Ibnu Asis mengingatkan, Paskibraka sejatinya merupakan sekolah karakter bagi generasi muda.
“Paskibraka menjadi sekolah karakter yang mengajarkan disiplin, kerja sama, kepemimpinan dan tanggung jawab,” katanya.
Pesan itu menjadi penting. Sebab setelah upacara selesai dan bendera diturunkan dari tiangnya, kehidupan mereka tidak berhenti sebagai Paskibraka.
Justru dari sanalah nilai-nilai yang mereka dapatkan diharapkan dibawa pulang ke sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat.
Desa Bahagia menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan tersebut. Selama berada di sana, para Capaska bukan hanya disiapkan untuk sebuah seremoni kenegaraan, tetapi juga dipersiapkan menjadi generasi muda yang memiliki karakter dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa.
Pengukuhan Paskibraka Kota Bukittinggi tahun 2026 direncanakan berlangsung 15 Agustus 2026.
Dua hari kemudian, pada 17 Agustus, perhatian masyarakat akan tertuju kepada lapangan upacara.
Di sana, 54 anak muda itu akan berdiri dalam satu barisan.
Tidak ada lagi nama sekolah, asal lingkungan, atau perbedaan latar belakang.
Yang ada hanya satu identitas: Paskibraka Kota Bukittinggi.
Dan ketika Sang Saka perlahan bergerak naik, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, seluruh latihan, keringat, rasa lelah dan disiplin yang mereka jalani akan menemukan maknanya.
Merah Putih akan berkibar.
Dan di bawah kibaran bendera itulah, 54 putra-putri Bukittinggi akan membuktikan bahwa menjadi Paskibraka bukan hanya tentang mengangkat tangan untuk mengibarkan bendera.
Tetapi tentang belajar mencintai Indonesia dengan cara yang mereka pahami: disiplin dalam langkah, teguh dalam tanggung jawab, dan setia menjaga kehormatan Merah Putih.(asroel bb)
