arrow_upward

Semangat Gotong Royong Warga Nagari Salo, Merawat Warisan Leluhur Menyambut Hari Kemerdekaan

16 Juli 2026 : 16.7.26

 

Salo/Agam,merapinews.com –

 Di tengah derasnya arus modernisasi yang perlahan menggerus budaya kebersamaan di berbagai daerah, masyarakat Kampuang Panjang, Nagari Salo, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, justru menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih hidup dan mengakar kuat. Nilai yang diwariskan para ninik mamak dan orang tua terdahulu itu tetap menjadi perekat hubungan sosial di tengah kehidupan masyarakat.

Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga tidak sekadar mempersiapkan perlombaan atau memasang atribut merah putih. Mereka memilih memulai peringatan kemerdekaan dengan bekerja bersama memperindah kampung, membersihkan lingkungan, membangun pagar, dan menata kawasan permukiman agar tampil lebih rapi, bersih, dan nyaman.

Bagi masyarakat Kampuang Panjang, gotong royong bukan sekadar pekerjaan bersama untuk meringankan beban. Lebih dari itu, ia menjadi ruang mempererat silaturahmi, memperkuat rasa memiliki terhadap kampung halaman, sekaligus menanamkan nilai kebersamaan kepada generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya.

Pemandangan yang terlihat pun begitu menggugah. Kaum bapak menyingsingkan lengan baju membawa  palu, dan peralatan kerja. Para pemuda bekerja tanpa mengenal lelah, sementara kaum ibu tidak hanya menyiapkan makanan dan minuman bagi para pekerja, tetapi juga ikut mengolah lahan Dasawisma yang nantinya akan ditanami berbagai tanaman obat keluarga.

"Lahan yang digarap emak - emak itu meruapakan lahan kelompok dasa wisma,  nanti akan ditanami obat-obatan", ujar Bela Indriani.

 Tidak ada sekat usia maupun status sosial. Semua melebur dalam satu tujuan, menjadikan kampung mereka semakin indah dan nyaman.

Tuo Kampuang Adril Jambak, menilai semangat seperti inilah yang harus terus dipelihara. Menurutnya, kemerdekaan yang hari ini dinikmati merupakan buah perjuangan para pahlawan yang mengorbankan harta, darah, bahkan nyawa. Karena itu, mengisi kemerdekaan tidak cukup hanya dengan seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, persatuan, dan kebersamaan.

Didampingi tokoh muda Zulhendri Malin Mudo dan Marwan, ia berharap semangat gotong royong tetap menjadi identitas masyarakat Nagari Salo. Sebab, selama nilai kebersamaan itu tetap terjaga, masyarakat akan memiliki kekuatan untuk menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama.

Di Kampuang Panjang, semangat kemerdekaan akhirnya tidak hanya berkibar melalui Sang Saka Merah Putih yang akan menghiasi setiap sudut kampung. Semangat itu juga hadir dalam tangan-tangan yang saling membantu, tawa yang mengiringi pekerjaan, serta tekad bersama menjaga nagari agar tetap menjadi rumah yang nyaman bagi generasi hari ini dan masa depan.(asroel bb).