Bukittinggi,merapinews com. --
Di ruang pertemuan Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Rabu (19/08), suasana khidmat menyelimuti pelepasan dua kafilah andalan kota. Bukan sekadar seremonial birokrasi, melainkan sebuah ritual keberangkatan yang sarat makna spiritual dan kebanggaan daerah.
Wali Kota Ramlan Nurmatias berdiri di hadapan Nofi Yanti dan Hardiyanti Maiyuna, dua wanita tangguh yang akan membawa nama Bukittinggi dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Korpri ke - VIII di Makassar.
Nofi, Penyuluh Agama Fungsional Kecamatan Guguak Panjang, akan menguji kemampuannya dalam cabang Doa Putri. Sementara Hardiyanti, guru PAI SMA Negeri 4 Bukittinggi, siap bersaing di cabang Hifzil 7 Surat Pilihan Putri.
Keduanya bukan hanya mewakili instansi, tapi juga merepresentasikan semangat umat dan profesionalisme ASN Bukittinggi di arena nasional.
"Selamat mengikuti MTQ Nasional. Semoga bisa tampil sebaik mungkin, membawa nama baik Bukittinggi dan meraih hasil terbaik," ucap Wako Ramlan dengan nada yang tenang namun penuh keyakinan. Pesannya sederhana tapi mendalam jaga kesehatan, tetap semangat, dan jadikan kesempatan ini sebagai ibadah sekaligus pembuktian.
Di balik senyum dan jabat tangan, tersirat harapan agar kedua kafilah tidak hanya sukses secara teknis, tapi juga mendapatkan keberkahan dalam setiap langkahnya.
Pelepasan di rumah dinas bukan di aula besar, memberikan sentuhan personal, seolah mengingatkan bahwa di balik gelar "kafilah", mereka adalah anak-anak daerah yang didukung sepenuh hati oleh pemimpinnya.
Makassar menanti. Dan dari Bukittinggi, doa-doa terbaik telah dilepaskan bersama kedua puteri ini. Semoga tilawah mereka menggema indah, hafalan mereka mengalir lancar, dan prestasi yang diraih menjadi mahkota bagi kota yang selalu mendukung warganya untuk bersinar di panggung tertinggi.(asroel bb)
