arrow_upward

Kubang Balambak: Jalan Buruk Jadi Ancaman Nyawa, PUPR Pastikan Alat Berat Bergerak

12 Agustus 2026 : 12.8.26

 

Limapuluh Kota, merapinews.com — 

Kubang Balambak: Jalan Buruk Jadi Ancaman Nyawa, PUPR Pastikan Alat Berat Bergerak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Limapuluh Kota, Orlanda, ST, mengakui kondisi jalan menuju Jorong Kubang Balambak, Kecamatan Mungka, memang memprihatinkan. Namun pemerintah daerah tidak tinggal diam dan penanganan jalan tersebut mulai dilakukan.

“Benar akses jalan menuju daerah itu sangat memprihatinkan. Namun pemerintah daerah tidak pernah diam,” ujar Orlanda, Rabu, 12 Agustus 2026.

Pengakuan itu setidaknya menjadi penegasan bahwa persoalan akses jalan menuju Kubang Balambak bukan cerita yang dibesar-besarkan warga. 

Jalan berlumpur, tanjakan curam, medan berat dan jalur yang memutar memang menjadi kenyataan yang harus hadapi masyarakat sehari-hari.

Bahkan, persoalan jalan tersebut telah menyentuh wilayah yang jauh lebih sensitif yaitu keselamatan jiwa.

Kisah ibu hamil yang disebut terpaksa melahirkan di atas mobil pick-up karena sulit mencapai fasilitas kesehatan menjadi alarm keras. Jalan buruk bukan lagi sekadar membuat perjalanan menjadi lambat, tetapi berpotensi menentukan apakah seseorang bisa mendapatkan pertolongan tepat waktu.

Persoalan itu mencuat setelah Anggota DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan turun langsung menembus medan menuju kawasan tersebut.

Srikandi partai Nasdem itu mengaku terenyuh mendengar cerita warga. Ia sendiri harus melewati jalur berlumpur, tanjakan dan kawasan hutan ketika mengunjungi SD Negeri 04 Simpang Kapuak, Jorong Kubang Balambak.

Kunjungan itu dilakukan setelah muncul video yang memperlihatkan siswa dan guru harus berjalan melewati jalan berlumpur demi mendapatkan jaringan internet.

“Ketiadaan akses jalan yang layak bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kehidupan yang layak," ujar Cindy.

Di sinilah persoalan Kubang Balambak menjadi lebih besar daripada sekadar jalan rusak. Anak-anak harus berjuang untuk mendapatkan akses internet. Petani kesulitan membawa hasil produksi. Sementara ibu hamil harus menghadapi perjalanan berat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

Jalan buruk akhirnya berubah menjadi wajah nyata ketimpangan pelayanan publik.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Limapuluh Kota, Erisman, memastikan penanganan jalan mulai bergerak. Pekerjaan dilakukan pada sejumlah titik atau segmen jalan yang mengalami kerusakan.

“Pekerjaan kami lakukan dengan beberapa titik segmen, alat berat sudah bekerja di lokasi jalan itu,” kata Risman.

Ia memastikan alat berat telah berada di lapangan dan pekerjaan pada sejumlah segmen jalan rusak mulai dilaksanakan. 

Menjawab pertanyaan, Risman belum menyebutkan nama rekanan yang mengerjakan pekerjaan tersebut. Namun ia mengatakan kini excavator memang sudah bergerak.

Tetapi bagi warga Kubang Balambak, yang mereka tunggu bukan sekadar suara mesin alat berat. Mereka menunggu jalan yang benar-benar bisa dilalui dengan aman oleh anak sekolah, petani, kendaraan pengangkut hasil produksi, maupun ibu hamil yang membutuhkan pertolongan medis.

Sebab, ketika jalan buruk sudah menyentuh keselamatan manusia, pertanyaannya bukan lagi kapan jalan itu diperbaiki. Melainkan berapa lama lagi warga Kubang Balambak harus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk mendapatkan pelayanan dasar?(asroel bb)