Kp. Panjang/Salo, merapinews.com. — Memperingati Maulid Nabi SAW 1448 Hijriah, Mushola Nurul Ikhlas Kampuang Panjang, Nagari Salo, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menggelar zikir bersama yang dirangkai dengan lantunan pujian kepada Rasulullah SAW melalui iringan rebana.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat. Jamaah bersama-sama mengumandangkan zikir dan salawat sebagai bentuk kecintaan sekaligus penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Mushola Nurul Ikhlas Kampuang Panjang, Doris Dianto (Malin Parpatiah), mengatakan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang hari kelahiran Rasulullah SAW, tetapi momentum untuk kembali memahami dan meneladani akhlak serta perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Bulan Maulid hendaknya kita jadikan momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan itu jangan hanya diwujudkan melalui peringatan dan pujian, tetapi juga dengan mengikuti sunnah dan mencontoh akhlak beliau,” ujar Doris.
Menurutnya, kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa perubahan besar bagi kehidupan umat manusia. Rasulullah SAW diutus untuk menyampaikan risalah Islam sekaligus memberikan keteladanan tentang kejujuran, kesabaran, kasih sayang, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, kata Doris, bulan Maulid seharusnya menjadi saat untuk melakukan introspeksi, sejauh mana umat Islam telah menerapkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
“Rasulullah mengajarkan kita untuk saling menghormati, menyayangi dan membantu. Jangan sampai kita rajin memperingati Maulid, tetapi nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah justru tidak terlihat dalam kehidupan kita,” katanya.
Ia menambahkan, peringatan Maulid juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi antar jamaah dan membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Nilai kebersamaan yang tumbuh dalam kegiatan keagamaan diharapkan tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah ini, kecintaan kita kepada Rasulullah semakin kuat, keimanan semakin kokoh, dan akhlak kita semakin baik,” harapnya.
Kegiatan di Mushola Nurul Ikhlas itu kemudian ditutup dengan doa bersama. Lantunan salawat dan rebana menjadi bagian yang menghidupkan suasana bulan Maulid, sekaligus mengingatkan jamaah bahwa kelahiran Rasulullah SAW merupakan rahmat besar bagi umat manusia.(asroel bb)

