arrow_upward

Ramlan Nurmatias Benahi Foodcourt Pasa Ateh: Bukan Sekadar Cantik, Harus Nyaman dan Layak

10 Agustus 2026 : 10.8.26

 

Bukittinggi,merapinews.com — 

Wajah Foodcourt di lantai 4 Gedung Pasa Ateh mulai dibenahi. Namun bagi Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, pembenahan fasilitas publik tidak boleh berhenti pada soal tampilan. Yang lebih penting, bagaimana masyarakat dan wisatawan benar-benar merasakan kenyamanan ketika berada di dalamnya.

“Foodcourt ini harus kita tata dengan baik. Bukan hanya terlihat bagus, tetapi harus bersih, rapi dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” tegas Ramlan Nurmatias.

Pesan itu menjadi penting di tengah posisi Pasa Ateh sebagai salah satu kawasan perdagangan dan tujuan wisata di Kota Bukittinggi.

Foodcourt yang berada di lantai 4 seharusnya tidak sekadar menjadi tempat pedagang menjajakan makanan. Ia mestinya menjadi ruang kuliner yang mampu memperlihatkan wajah Bukittinggi kepada setiap orang yang datang.

Karena itu, Pemko Bukittinggi mulai melakukan pembenahan. Meja dan kursi yang sudah kurang layak diganti dengan fasilitas yang lebih baik dan seragam. Area foodcourt dicat ulang, sementara fasilitas pendukung seperti plafon juga diperbaiki.

Tetapi pekerjaan rumahnya tentu tidak berhenti sampai di sana.

Sebab, foodcourt yang baru dicat belum tentu menjadi foodcourt yang nyaman.

Kebersihan lantai, meja makan, sirkulasi udara, pencahayaan, ketersediaan tempat sampah, sanitasi, aroma ruangan hingga keteraturan pedagang merupakan bagian yang tidak kalah penting.

“Kalau sudah kita perbaiki, harus sama-sama dijaga. Jangan fasilitasnya sudah bagus, kemudian tidak dirawat,” kata Ramlan.Minggu 9 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tanggung jawab menjaga wajah Foodcourt Pasa Ateh bukan hanya berada di tangan pemerintah.

Pedagang memiliki tanggung jawab menjaga area dagang masing-masing. Pengunjung juga memiliki kewajiban menjaga kebersihan dan fasilitas yang tersedia.

Di sisi lain, pemerintah harus memastikan standar pengelolaan dan pemeliharaan berjalan secara konsisten. Jangan sampai pembenahan hari ini kembali terlihat kusam beberapa bulan kemudian karena tidak dibarengi perawatan.

Padahal, Foodcourt Pasa Ateh memiliki modal yang tidak sedikit.

Beragam kuliner khas Minangkabau tersedia di sana. Ampiang dadiah, pical sikai, es tebak, nasi goreng dan aneka hidangan lainnya merupakan kekayaan kuliner yang semestinya dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Bayangkan jika kekayaan kuliner tersebut dipadukan dengan tempat yang bersih, nyaman, tertata dan memiliki pelayanan yang baik.

Bukan tidak mungkin, Foodcourt Pasa Ateh menjadi salah satu etalase kuliner Kota Bukittinggi.

Ramlan pun mengingatkan bahwa fasilitas publik yang dibangun pemerintah pada akhirnya kembali kepada masyarakat.

“Ini fasilitas untuk masyarakat, untuk pedagang dan juga wisatawan. Karena itu mari kita jaga bersama,” ujarnya.

Kini pembenahan telah dimulai.

Pertanyaannya kemudian bukan lagi apakah Foodcourt Pasa Ateh akan terlihat lebih bagus, tetapi apakah setelah dibenahi, pengunjung benar-benar ingin datang kembali?

Di situlah keberhasilan penataan tersebut akan diuji.

Sebab, ruang publik yang baik bukan hanya enak dipandang ketika baru selesai diperbaiki. Ia harus tetap bersih, nyaman dan terawat ketika digunakan setiap hari.(asroel bb)