arrow_upward

Ambulans Senilai Rp739 Juta Masuk RSUD Bukittinggi

16 September 2026 : 16.9.26

 

Bukittinggi, merapinews.com —

Satu unit ambulans Toyota HiAce senilai Rp739 juta kini menjadi tambahan sarana pelayanan kesehatan di Kota Bukittinggi. Kendaraan hibah dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) itu diserahkan kepada Pemerintah Kota Bukittinggi, Rabu (16/9/2026).

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menerima langsung hibah tersebut di Balai Kota Bukittinggi. Bantuan yang bersumber dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BTN itu selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan RSUD Kota Bukittinggi.

Bagi Ramlan, nilai sebuah bantuan tidak berhenti pada serah terima. Yang jauh lebih penting adalah sejauh mana fasilitas tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.

"Dengan adanya hibah ini, tentu kita manfaatkan sebaik-baiknya. Harapan kita, bantuan melalui dana CSR BTN ini dapat dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat, termasuk menjemput pasien yang membutuhkan," ujar Ramlan.

Pesan tersebut menjadi penting karena ambulans bukan sekadar kendaraan tambahan bagi rumah sakit. Di balik kendaraan itu terdapat kebutuhan masyarakat yang sering kali tidak bisa menunggu—pasien yang membutuhkan pertolongan, pasien yang harus dijemput, maupun warga yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan.

Ambulans Toyota HiAce tersebut dilengkapi oksigen, tempat duduk pasien serta sejumlah peralatan pendukung lainnya untuk menunjang pelayanan selama proses penjemputan dan perjalanan pasien.

Dengan fasilitas tersebut, Pemko Bukittinggi berharap ambulans dapat memperkuat mobilitas pelayanan RSUD, termasuk pelayanan yang berkaitan dengan program kemasyarakatan.

Namun, setelah seremoni penyerahan selesai, pekerjaan sebenarnya justru dimulai.

Ambulans senilai Rp739 juta itu dituntut tidak berhenti sebagai aset yang tercatat dalam inventaris pemerintah. Kendaraan tersebut harus bergerak ketika masyarakat membutuhkan pelayanan.

Artinya, manfaat hibah harus dapat terlihat dalam pelayanan: siapa yang dapat menggunakannya, bagaimana mekanisme penjemputan pasien, seberapa cepat ambulans merespons kebutuhan, serta bagaimana pemeliharaan kendaraan dilakukan agar tetap siap operasional.

Sementara itu, Branch Manager KCU BTN Padang, Sudaryanto, mengatakan hibah satu unit ambulans tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial BTN sekaligus bagian dari upaya memperkuat kerja sama dengan Pemko Bukittinggi.

"Kita berharap kerja sama dengan Pemko Bukittinggi bisa lebih baik lagi, termasuk dalam pembiayaan dan layanan perbankan di instansi pemerintah, terutama RSUD. Bantuan ini merupakan amanah dari manajemen BTN Pusat dan Kanwil Sumatra," ujarnya.

Sudaryanto menambahkan, bantuan tersebut diharapkan mendukung pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bukittinggi sekaligus membuka peluang kerja sama BTN dengan Pemko Bukittinggi di bidang lainnya.

Di satu sisi, hibah ini merupakan dukungan dunia usaha terhadap pelayanan publik. Di sisi lain, masyarakat tentu berharap bantuan tersebut menghasilkan manfaat yang terukur.

Sebab, ambulans tidak dinilai dari mahalnya harga kendaraan atau megahnya seremoni penyerahan, tetapi dari seberapa cepat ia datang ketika seorang pasien membutuhkan pertolongan.

Kini, Rp739 juta itu telah berubah menjadi sebuah kendaraan pelayanan. Tinggal memastikan kendaraan tersebut benar-benar bergerak untuk rakyat.(asroel bb)