Bukittinggi, merapinews.com —
Kabut asap bukan sekadar persoalan udara yang keruh. Di baliknya, ada ancaman kesehatan yang mengintai, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta warga yang menderita gangguan pernapasan. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Pemerintah Kota Bukittinggi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi bahaya kabut asap sekaligus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran lahan. Imbauan tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota Bukittinggi Nomor 100.3.4.3/239/BPBD/IX-2026.
Dalam imbauan itu, warga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Kelompok rentan perlu mendapat perhatian khusus agar tidak mudah terpapar asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Apabila mengalami gangguan pernapasan atau mata perih, masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Langkah ini penting agar keluhan kesehatan tidak diabaikan dan dapat segera ditangani sesuai kondisi masing-masing.
Namun, melindungi diri dari kabut asap saja tidak cukup. Pencegahan sumber asap juga harus menjadi perhatian bersama.
Kebiasaan membakar sampah maupun membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar perlu dihindari. Api yang semula dianggap kecil dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan, terlebih ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya berhati-hati dalam beraktivitas, tetapi juga segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan.
Layanan Darurat 112 Kota Bukittinggi disediakan sebagai saluran pelaporan yang dapat diakses tanpa biaya pulsa. Kecepatan menyampaikan informasi dapat membantu petugas menindaklanjuti kejadian sedini mungkin.
Pesan yang ingin ditegaskan melalui imbauan ini sederhana, tetapi penting: menjaga kualitas udara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan kepedulian setiap warga.
Dengan tidak membakar sampah dan lahan, melindungi kelompok rentan, serta segera melaporkan potensi kebakaran, masyarakat turut mengambil bagian dalam menjaga kesehatan, keselamatan, dan lingkungan Kota Bukittinggi.
Sebab, mencegah kebakaran jauh lebih baik daripada menghadapi dampak asap dan kerusakan lingkungan setelah api telanjur membesar.(rel/asroel bb)
