Bukittinggi,merapinews.com. ---
Pemandangan menyayat hati terjadi di Pasar Aur Kuning, Bukittinggi. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pasar, seorang pedagang lanjut usia bernama Upiah atau yang akrab disapa Nek Upiak tampak tak kuasa membendung air mata ketika mentimun yang dibawanya untuk dijual diamankan petugas Satpol PP.
Dilansir dari Instagram rumpigroup. Lansia yang berjuang mencari nafkah itu hanya bisa terduduk lemas sambil menangis, menyaksikan hasil jerih payah yang dibawanya sejak pagi buta diangkut ke kendaraan petugas.
Bagi sebagian orang, belasan bungkus mentimun mungkin tidak memiliki nilai yang besar. Namun bagi Nek Upiak, dagangan sederhana itu merupakan harapan untuk mendapatkan uang demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Dengan usia yang tidak lagi muda, ia masih harus menempuh perjalanan menuju pasar sejak pagi buta untuk mencari rezeki yang halal.
Video yang merekam peristiwa tersebut sontak mengundang keprihatinan masyarakat. Banyak warga menilai penegakan aturan memang penting, namun pelaksanaannya juga perlu mempertimbangkan sisi kemanusiaan, terutama ketika berhadapan dengan pedagang lanjut usia yang menggantungkan hidup dari hasil jualan dalam jumlah sangat terbatas.
Di balik setiap lapak kecil dan dagangan sederhana, terdapat perjuangan hidup masyarakat yang berharap dapat membawa pulang rezeki untuk keluarganya.
Penertiban memang menjadi bagian dari tugas Satpol PP. Namun masyarakat berharap pendekatan yang lebih humanis tetap dikedepankan.
Empati dan kebijaksanaan sering kali menjadi pelengkap yang tidak kalah penting dari penegakan aturan itu sendiri.
Video tangis Nek Upiak yang beredar luas di media sosial kemudian menggugah rasa simpati publik. Banyak warga menilai bahwa penegakan aturan seharusnya tetap memberi ruang bagi nilai kemanusiaan sehingga tidak meninggalkan luka bagi mereka yang sedang berjuang mencari sesuap nasi.(**)
