Payakumbuh,merapinews.com — Pembangunan infrastruktur tidak cukup diukur dari berdirinya bangunan atau mulusnya jalan. Lebih dari itu, keberhasilan pembangunan harus tercermin dari seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat, baik dalam menunjang aktivitas sehari-hari maupun menggerakkan roda perekonomian.
Pandangan tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Payakumbuh, Muslim, ST, ketika menjelaskan arah pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan Pemerintah Kota Payakumbuh sepanjang tahun anggaran 2026.
“Pembangunan itu bukan hanya tentang apa yang berhasil didirikan atau seberapa megah konstruksinya. Esensialnya adalah seberapa besar manfaat dari fasilitas tersebut yang dapat dirasakan masyarakat untuk mendukung kehidupan dan perekonomian mereka,” ujar Muslim.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa pembangunan infrastruktur tidak semata-mata mengejar penyelesaian pekerjaan fisik. Kualitas, keberlanjutan, keselamatan, serta manfaat langsung bagi warga juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
Sepanjang 2026, Dinas PUPR Kota Payakumbuh, kata Muslim, lebih memprioritaskan sejumlah agenda pembangunan dan pembenahan infrastruktur.
Fokusnya mencakup penguatan konektivitas antarwilayah, peningkatan keselamatan pengguna jalan, serta penyediaan fasilitas pedestrian yang lebih aman dan nyaman.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian ialah pembangunan jembatan strategis untuk memperkuat hubungan antar kawasan.
Keberadaan jembatan diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi.
Di sisi lain, fasilitas bagi pejalan kaki juga mendapat perhatian melalui pembangunan tiga titik trotoar baru. Penataan pedestrian tersebut diarahkan untuk memberikan ruang berjalan yang lebih aman bagi masyarakat di tengah aktivitas lalu lintas perkotaan.
Pembenahan tidak berhenti pada jembatan dan trotoar. Infrastruktur jalan raya juga menjadi bagian penting dari program Dinas PUPR Kota Payakumbuh pada tahun 2026.
85 unit ruas jalan di berbagai kawasan Kota Payakumbuh masuk dalam daftar perbaikan dan penanganan intensif. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas jalan sekaligus mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Bagi sebuah kota yang terus berkembang, kondisi infrastruktur jalan memiliki hubungan erat dengan kelancaran pergerakan masyarakat. Jalan yang terpelihara dengan baik dapat menunjang mobilitas warga, memperlancar distribusi barang, dan membantu pelaku usaha menjalankan aktivitas ekonominya.
Muslim menegaskan, infrastruktur yang kokoh dan berfungsi dengan baik merupakan salah satu penopang kelancaran kehidupan masyarakat. Karena itu, pembangunan perlu dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan, bukan sekadar mengejar capaian fisik dalam satu tahun anggaran.
Meski demikian, rincian anggaran untuk berbagai agenda pembangunan tersebut belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia. Informasi mengenai nilai anggaran, lokasi pekerjaan, tahapan pelaksanaan, serta target penyelesaian akan melengkapi gambaran publik mengenai pelaksanaan program infrastruktur tahun ini.
Pada kesempatan yang sama, Muslim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mendukung dan mengawal pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah.
Partisipasi masyarakat dinilai penting agar pembangunan berjalan sesuai tujuan dan fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan serta dipelihara secara bersama-sama.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukan hanya terlihat dari beton yang berdiri, jembatan yang terbentang, atau jalan yang diperbaiki.
Ukuran yang lebih mendasar adalah ketika infrastruktur tersebut benar-benar mempermudah kehidupan warga, meningkatkan keselamatan, dan membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Payakumbuh.(asroel bb)

