arrow_upward

Sah!!! Pengangkatan Duo Datuak Di Nagari Salo. Ini Kata Ichsan Dt Basa.

Kamis, 09 Mei 2024 : Mei 09, 2024

Salo/Agam,merapinews.com   ---
Sah!!! duo penghulu, bergelar Dt. Tan Marajo  dan Dt. Rajo Sakampuang, dilewakan (Diresmikan) di Jorong Kampuang Panjang, Nagari Salo, Kecamatan Salo, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Jumat 10/5-2924.

Hal itu ditandai dengan prosesi pemotongan (penyemblihan) dua ekor kerbau, setelah sebelumnya pihak Bako andiko (calon datuak)  diwakili Nasran Pakiah Tumangguang (Suku Koto) menyerahkan tali ikatan dua ekor Kerbau untuk disemblih pada Dt. Sipado (Sikumbang Tujuah) sebagai pertanda alek Batagak Pangulu. Merupakan alek anak nagari.


Pada saat bersamaan dua Marawa, sebagai lambang pengangkatan dan peresmian penghulu (Datuak) langsung berdiri di halaman rumah para andiko (calon).

Prosesi melewakan dua gelar adat yang terkubur lebih 1 Abad (100 tahun) itu disaksikan para niniak mamak Nagari Salo.

Selan hadir pada saat itu M.Al Ichsan Datuak Basa  (Jambak), Dt. Rajo Batuah (Jambak), Dt Rajo Tuo (Jambak), Dt Palimo (jambak), Dt. Bahari (Koto), Dt Sati (Sikumbang Ampek), Dt Sati  (Sikumbang Ampek), Dt. Mangkudun (Sikumbang Tujuah), dan Dt. Sipado (Sikumbang Ampek).


Dua gelar adat  itu masing-masing akan dipikul Aipda Herico Fernandes (Rico) yang bertugas si Polair Polres Dumai Polda Riau dengan gelar pusako adat Dt Tanmarajo dan Dt Sakampuang dijunjung Asril.

Sementara seremonial dan resepsi diselenggarakan si Balai Adat Nahari Salo. Sabtu, 11/5-2014. Dengan agenda pemasangan dan pemakaian baju adat dan pemasangan keris pusako pada duo penghulu yang baru diangkat, sekaligus makan ba jamba sebagai lambang duduak samo randah, tagak samo tinggi.

Alek malewakan duo gelar adat itu, juga dihadiri para perantauan, sehingga ada terkesan Nagari Salo, Baralek Gadang.

Niniak mamak rang Salo, M.Al Ichsan Datuak Basa, dari pasukuan Jambak, mengapresiasi prosesi mambangkik Batang Tarandam gelar adat yang tenggelam selama ratusan tahun.

Artinya, rang minang tidak akan pernah melupakan asal dan usul mereka, barangkali karena ke adaan sehingga gelar pusako belum bangkit


"Saya apresiasi kaum Pasukuan Sikumbang Tujuah, Nagari Salo mambangkik batang tarandam dengan melewakan duo gelar adat sekaligus", ujarnya.

Pada saat yang sama ia berharap agar kaum dari pasukuan lain melakukan hal yang sama untuk melestarikan adat dan budaya kita sebagai rang minang.

"Saya melihat masih ada sejumlah gelar adat di Kanagarian Salo, yang masih terkubur. Dan ini akan menjadi perhatian kita bersama", ujarnya dicelah-celah pemotongan kerbau.(asroel bb).