Pemerintah Kota (Pemko) Bukitinggi, buktikan kepeduliannya sebagai kota sayang anak, hal itu dilakukan dengan membebaskan anak masuk ke - sejumlah obyek wisata secara gratis.
"Sebagai hadiah memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke - 41 yang jatuh pada Rabu 23 Juli 2025, kami memberikan kado istimewa itu", ujar Wali Kota Bukittinggi Haji Ramlan Nurmatias SH.
Program ini diharapkan agar anak berusia di bawah 18 tahun dapat menikmati secara gratis objek wisata ikonik Bukittinggi seperti, Taman Panorama, Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK), termasuk Lubang Japang.
"Program ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak anak berekreasi dan hiburan yang menyenangkan", ujar Wali Kota Bukittinggi melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Bukittinggi, Nauli Handayani.
Menurut Nauli, bermain dan berekreasi merupakan hal yang mendasar bagi anak. Anak-anak bisa memanfaatkan waktu luangnya dengan kegiatan positif, bermain sambil belajar, serta mengenal satwa dan sejarah yang ada di kawasan wisata kota Bukittinggi, ujarnya, Selasa 22 Juli 2025.
Nauli katakan, program ini merupakan bagian dari inovasi Pemko Bukittinggi yang digagas oleh Wali Kota Haji Ramlan Nurmatias dengan mengusung thema Gratiskan Akses Gembira Anak di Masa Depan Gemilang (Gagah Gemilang).
Program ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk masuk gratis ke objek wisata sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni: Pada Hari Anak Nasional 23 Juli, pada Hari Jadi Kota Bukittinggi 22 Desember, dan pada hari ulang tahun anak tersebut.
"Khusus di hari ulang tahun anak, pemerintah memberikan tiket masuk gratis sebagai kado ulang tahun dari Pemko Bukittinggi. Ini bisa dimanfaatkan dengan menunjukkan Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Identitas Anak (KIA) yang membuktikan mereka berdomisili di Bukittinggi," tambah Nauli.
Selain mendukung tumbuh kembang anak melalui rekreasi, program ini juga menjadi bagian dari komitmen Kota Bukittinggi sebagai Kota Layak Anak (KLA), yang terus memperkuat hak anak dalam berbagai aspek kehidupan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Rofie Hendria, turut menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan ini tidak hanya mendorong anak-anak untuk lebih aktif di ruang terbuka, tetapi juga menjadi momen edukatif yang bernilai.
"Kami dari Dinas Pariwisata tentu sangat mendukung penuh program ini. Melalui penyediaan objek wisata yang dikelola pemerintah, kami berharap anak-anak dapat mengekspresikan diri, bermain, dan belajar di alam terbuka," ulas Rofie.
Rofie juga berharap ke depan sinergi antar organisasi perangkat daerah terus terjalin kuat dalam mendukung tumbuh kembang anak, baik secara fisik, psikologis, maupun intelektual, melalui pendekatan berbasis lingkungan dan kebudayaan.(rel)