Walikota Payakumbuh Zulmaita, apresiasi pekerjaan pembangunan pengendalian banjir Batang Agam. Apresiasi itu ia berikan saat melakukan peninjauanke lokasi proyek yang dikerjakan rekanan pemenang lelang PT. Bina Cipta Utama, awal bulan Agustus 20256 lalu.
Kendatipun proyek itu tidak dibiayai APBND Kota. Namun sebagai pemilik Sungai, ia bertanggung jawab terhadap keselamatan sungai itu.
“Sungai Batang Agam itu berada di Kota Payakumbuh, dan kami bertanggung jawab menjaga dan merawatnya”, ujar Walikota Zulmaita.
“Bobot pekerjaan sudah 30% pada Minggu ke – II dan itu beluim termasuk bobot di Minggu ke – III, artinya bobot pekerjaan sudah diatas 30%”, ujar pelaksana proyek Eddy Mursal.
Kendati Eddy Mursal, tidak menyebut panjang lokasi proyek yang ia kerjakan. Namun sebagai rekanan yang dipercaya pemerintah mengerjakan proyek senilai Rp. 42.8 miliar, ia bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak kerja yang ditandatangani tanggal 14 April 2025 lalu.
Menjawab pertanyaan, ia menepis pihaknya memakai material setempat untuk pasangan Krisdam. “Tidak…tidak benar itu, material untuk Krisdam itu sesuai kontrak kerja pengadaanya melalui rekanan pemasok”, ujarnya.
Ia tidak menampik pasangan Krisdam itu bila dilihat dengan kasat mata tidak akan tampak sebab, keberadaan pasanganya berada 2 meter dibawah permukaan air”, timpal pengawas Proyek dari Balai Sungai Wilayah V (BSW V) Padang, Doddy Madris.
Doddy, menyatakan hal itu menjawab pertanyaan terkait pasangan Krisdam, baik material maupun pasangan yang diragukan sejumlah pihak.
“Sebagai pengawas lapangan saya bertanggung jawab dengan pekerjaan rekanan kontraktor PT. Bina Sarana Cipta. Dan saya menepis isu miring itu”, katanya menegaskan.
Pada kesempatan yang sama, ia optimis rekanan pemegang kontrak no. HK020-BSW.8.1/02/2025 PT. Bina Cipta Sarana, akan dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu selama 262 hari kalender kerja.
“Saya optimis, hal itu dilihat dari rekam jejak rekanan pemilik SPMK-BSWS.8.1/185/2025”, ujarnya. (asroel bb/Jefri).