arrow_upward

Yuli Juita: Bobot Pekerjaan Puskesmas Parik Rantang Payakumbuh Diatas Rata-Rata

21 Agustus 2025 : 21.8.25
Payakumbuh,merapinews.com  ---
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh Rida Ananda, mengingatkan rekanan kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas)  Parik Rantang kota Payakumbuh, agar professional. 

“Saya tidak ingin proyek itu bermasalah dikemudian hari, hal itu mengingat perjuangan nan panjang Pemerintah Kota Payakumbuh menggaet Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 untuk relokasi Puskesmas nan layak”, ujarnya menjawab pertanyaan, Rabu 20 Agustus 2025. 

Relokasi pembangunan Puskesmas Parik Rantang itu dilakukan, mengingat kondisi layanan kesehatan masyarakat dilokasi sebelumnya sudah tidak memenuhi persyaratan. 

“Untuk itulah saya mewanti-wanti agar rekanan profesional”, kata Rida mengingatkan. 

Pelaksana Proyek senilai Rp. 9,3 Miliar Imran, mengapresiasi Sekda kota Payakumbuh. Ia mengatakan tidak akan mengecewakan masyarakat dan pemilik proyek. 

Sebagai pelaksana pekerjaan CV. Dayo Mukti Basoki, rekanan yang dipercaya pemerintah membangun pusat layanan kesehatan masyarakat di Parik Rantang, pihaknya sudah bekerja maksimal sesuai kontrak kerja 28 Mei 2025 lalu.

“Sedikitnya kami mengerahkan 37 orang pekerja sesuai standar keselamatan kerja”, timpal pemilik kontrak kerja nomor 440/435/PPSDK-DKK/PYK/2025. 

Meski belum diperoleh konfirmasi dari PT. Synpa Engineering Konsultan  sebagai konsultan pengawas. Namun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan relokasi Puskesmas Parik Rantang, kota Payakumbuh Yuli Juita, menepis kegamangan berbagai pihak. 

Diruang kerjanya Yuli Juita, mengungkapkan 12 pekan (Minggu)  bobot pekerjaan Puskesmas Parik Rantang, yang dikerjakan CV. Dayo Mukti Basoki sudah mencapai 33%, dan terjadi kelebihan pekerjaan 14%.

“Dalam pekan ini”, ujar Yulia, rekanan kontraktor akan meningkatkan pekerjaan dengan pengecoran lantai II.

Senada dengan Sekda Rida Ananda. Yulia mewanti-wanti rekanan kontraktor. Sebab, manjuluak (menggaet)  dana pusat melalui DAK tahun 2025 itu, bukan semudah yang dibayangkan. Perlu perjuangan nan panjang, berbulan bahkan bertahun.

 “Alhamdulillah kini terelaisasi. Saya konsen melakukan pengawasan super ketat selama 210 hari kalender kerja perusahaan itu”, papar Yulia optimis.(asroel bb/jefrisandra)