“Presiden RI Prabowo Subianto, sudah berbicara dengan pemerintah Arab Saudi, untuk mendirikan perkampungan Indonesia disana”, ujar anggota Komisi IX DPR RI Daerah Pemilihan II Sumatera Barat, Haji Ade Rizki Pratama.
Pernyataan itu di sampaikan Ade, dihadapan lebih 300 orang peserta yang mengikuti Sosialisasi Kesehatan Haji di Aula Kampus IPDN Baso, Kabupaten Agam, Rabu 17 September 2025.
Sosialisasi Kesehatan haji yang di ikuti masyarakat se Kecamatan Baso, itu selain dihadiri anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Indra Catri Dt. Malako Kayo, jug terlihat hadir pusat kesehatan haji Sekretariat Jendral Kemenkes RI Analisis Kebijakan Ahli Muda (JFT) dr. Edi Supriyatna, Kadiskes Prov Sumbar di wakili analisis kesehatan Dian Maya Sari S, Km, Kandepag Agam dr. DR. H. Thomas Febria, MA, dan Kadiskes Agam dr. Rusdian, M. Kes.
Pada kesempatan yang sama juga ada 9 orang Wali Nagari, bersama Kapolsek Baso IPTU Kusnadi Suharja, Danramil Kapten CZI Fachrullah, termasuk Camat Baso Imran Pangaduan.
Kata Ade, langkah bijak presiden RI Prabowo Subianto itu mengingat masih tinggi minat anak bangsa menunaikan rukun Islam ke – V naik haji.
Kendati minat masyarakat masih tinggi menjalani syariat Islam ke – V, namun belum di iringi dengan kesehatan yang memadai. Sehingga jumlah tingkat kematian jamaah haji Indonesia kita masih yang tertinggi bila dibandingkan dengan Negara lain.
Menurut Ade, kasus itu berkaitan dengan kesehatan dengan sejumlah penyakit termasuk faktor usia.
Untuk itu, bagi calon jamaah haji yang akan menunaikan syariat Islam ke – V, agar rutin memeriksa kesehatan baik ke rumah sakit maupun ke puskesmas.
Pemerintah, kata Ade sudah mempersiapkan regulasi kesehatan calon jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci Makah al Mukaromah tahun depan.
Nada yang sama juga meluncur dari ungkapan Pusat Kesehatan Haji Sekretariat Jendral Kemenkes RI Analisis Kebijakan Ahli Muda dr. Edi Supriyatna.
Ia mengatakan, tingkat kematian jamaah haji Indonesia tercatat masih tertinggi bila dibandingkan dengan Negara-negara lain.
Meski ia tidak menyebut jumlah jamaah haji Indonesian tahun 2025 yang sakit. Namun ia memastikan masih ada jamaah haji kita yang kini masih di rawat di Makah. Sementara 3 orang lainya, hingga kini dinyatakan hilang.
“Kedepan untuk mengantisipasi, Pemerintah telah menerbitkan berbagai regulasi kesehatan calon jamaah haji, termasuk mempersiapkan sarana dan prasarana kesehatan haji”, Legislator yang mengusung thema Gerakan Hidup Sehat (Germas).
Sementara Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra Indra Catri mengingatkan warga agar selalu menjaga kesehatan.
“Sehat itu bukann karena obat, melainkan melalui makan yang sehat. Untuk mari kita bersama menjaga kesehatan, khususnya bagi calon jamaah haji”, pesan Indra Catri.(asroel bb).

