Lb, Basuang, merapinews.com. ---
Badai dahsyat Hidrometeorologi yang menghantam sejumlah daerah di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Agam, meluluhlantakan sejumlah kawasan hunian, lahan pertanian termasuk memporak porandakan infrastruktur jalan dan jembatan, dampaknya membuat ibukota Kabupaten Agam di Lubuak Basuang terisolasi.
Dampaknya denyut nadi perekonomian masyarakat anjlok sampai ke titik nadir, karena sarana lalu lintas angkutan barang dan orang tersendat.
Bupati Agam Benny Warlis, tidak menampik hal itu, melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ofrizon, ia mengatakan bencana yang menimpa daerahnya cukup parah.
Nyaris infrastruktur jalan dan jembatan menuju ibu kota Kabupaten maupun sebaliknya terdampak. Kini akses jalan dari Bukittinggi ke - Lubuak Basuang atau sebaliknya sejak Jumat 5 November 2025 sudah dapat dilalui. Demikian juga halnya kelok 10 dan 8 yang tertimbun material longsoran sudah di bersihkan.
"Sudah...sudah!! dapat dilalui sejak kemaren Jumat 5 November 2025, kendati masih dalam ke adaan darurat setelah material longsoran dibersihkan termasuk jalan Kabupaten dari Sicincin ke Toboh, Padang Pariaman" ujarnya Ofrizon.
Menjawab pertanyaan ia masih berharap adanya bantuan dari berbagai pihak sebab, pihaknya masih membutuhkan sejumlah alat berat untuk mencari korban hilang tertimbun longsoran. Kendati di Ulu Aia sudah ada 5 unit alat berat excavator yang bekerja, ujarnya.(asroel bb)
