arrow_upward

Curah Hujan Tinggi, Lubuak Basuang Dikepung Banjir dan Longsor

12 Februari 2026 : 12.2.26

Lubuak Basuang, merapinews.com – 

Rabu sore itu, hujan turun tak seperti biasa. Sejak sekitar pukul lima lewat, langit di atas Kabupaten Agam seolah terbuka lebar. Air mengguyur tanpa jeda hingga malam. Warga mulai cemas. Sungai-sungai yang biasanya tenang berubah keruh dan deras.

Sekitar pukul 18.30 WIB, kabar pertama datang. Air mulai meluap, tanah di beberapa titik tak lagi mampu menahan beban. 

Laporan resmi diterima pukul 19.26 WIB. Tiga kecamatan disebut terdampak cukup parah: Palembayan, Tanjung Raya, dan Lubuk Basung.

Di Palembayan, tepatnya di Nagari Salareh Aia, air naik sampai ke badan jalan. Tingginya hampir selutut orang dewasa (50 Cm). Jembatan sementara yang selama ini jadi penghubung Masjid Syuhada Sawah Laweh dengan Kampung Pili tak sanggup bertahan. Arus deras menyeretnya pergi.

Di Jorong Subarang Aia, jembatan darurat juga ikut hanyut. Warga hanya bisa menyaksikan sambil berharap air segera surut. Akses antar jorong terputus. Aktivitas mendadak lumpuh.

Namun cerita paling menegangkan datang dari Tanjung Raya. Di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, tanah longsor turun menutup ruas jalan provinsi. Panjangnya sekitar 50 meter, tingginya mencapai satu setengah meter. Sebuah mobil Avanza yang sedang melintas sempat tertimpa material longsor.

Beruntung, dua orang di dalamnya sigap menyelamatkan diri sebelum kendaraan tertimbun sepenuhnya. Mereka selamat, meski syok tak terhindarkan

Longsor itu juga merusak tiang listrik. Lampu padam. Jalan tak bisa dilewati kendaraan. Warga sekitar memilih mengungsi. 30 kepala keluarga, atau 80 jiwa, bermalam di SDN 09 Lubuak Sao.

Belum selesai di situ. Di ruas Bukik Apik menuju Koto Panjang Dama Gadang, material longsor kembali menutup jalan kabupaten. Jalur distribusi terganggu, aktivitas warga tersendat.

Di Pasa Rabaa, Nagari Koto Kaciak, banjir merendam rumah-rumah. Sekitar 90 kepala keluarga mengungsi ke rumah kerabat dan masjid. Mereka membawa apa yang sempat diselamatkan.

Sementara di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Sungai Batang Balok air meluap hingga dam jebol. Air mengalir ke Jalan Maninjau–Sungai Batang dan masuk ke SDN 09 Bancah. Warga tak tinggal diam. Mereka bergotong royong menyusun batu dan kayu, membuat dam darurat seadanya. Air di hulu dilaporkan hampir sejajar dengan bendungan darurat itu.

Di Nagari Sungai Batang, banjir juga merendam permukiman di Jorong Labuah Sungai Batang dan Jorong Nagari Sungai Batang. Sekitar 50 kepala keluarga terpaksa mengungsi. Jumlah pasti warga terdampak masih terus didata.

Lubuk Basung pun tak luput. Di Jorong Siguhung, Batang Siguhung meluap dan merendam dua rumah warga. Sebagian memilih menumpang di rumah keluarga. 

Ruas jalan provinsi tergerus air dan dikhawatirkan bisa amblas jika hujan kembali mengguyur.

BPBD Agam bersama Polres, PMI, Basarnas, Pemerintah Kecamatan dan Nagari langsung turun tangan. Satu unit beko loader dari Dinas PUPR Kabupaten Agam, sudah berada di lokasi longsor. Namun pembersihan baru bisa dilakukan Kamis pagi. Malam itu terlalu berisiko, tanah masih labil dan longsor susulan bisa saja terjadi.

Hujan mungkin telah reda, tetapi kekhawatiran belum sepenuhnya hilang. Warga kini menatap langit dengan harap—semoga esok cuaca bersahabat, dan air tak lagi datang membawa bencana.(asroel.bb).