Payakumbuh, merapinews.com —
Lebih dari 200 peserta memadati Aula Batang Agam, Kamis (12/02/2026). Di ruangan itu, arah pembangunan Kota Payakumbuh mulai dipertajam.
Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh, Muslim, S.T., M.Si., secara resmi membuka Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026.
Forum itu bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang uji gagasan dan adu argumentasi demi memastikan pembangunan 2027 berjalan tepat sasaran.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur: perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, pelaku usaha hingga tokoh masyarakat. Mereka membawa catatan, kritik, sekaligus harapan atas wajah kota Payakumbuh ke depan.
Muslim menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan tahun krusial. Tahun itu adalah tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029 — fase yang menentukan apakah fondasi pembangunan benar-benar kokoh atau justru melenceng dari rencana awal.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah pembangunan,” tegasnya.
Ia menekankan, fokus pembangunan ke depan harus lebih terukur dan berdampak langsung pada masyarakat. Infrastruktur, menurutnya, tidak lagi sekadar pembangunan fisik, tetapi harus berkualitas, berkelanjutan, dan tangguh terhadap risiko bencana — sebuah kebutuhan mendesak bagi daerah yang rentan terhadap dinamika alam.
Tak hanya itu, peningkatan layanan dasar masyarakat juga menjadi prioritas. Akses jalan, drainase, sanitasi, hingga fasilitas publik harus hadir bukan sekadar memenuhi target angka, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Berbagai masukan dan usulan strategis mengemuka dalam forum tersebut. Kritik terhadap kualitas infrastruktur, efektivitas anggaran, hingga sinkronisasi antar perangkat daerah menjadi bagian dari diskusi.
Pemerintah, kata Muslim, membutuhkan kolaborasi nyata, bukan sekadar formalitas partisipasi.
Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Payakumbuh optimistis pembangunan 2027 dapat berjalan lebih terarah, membentuk kota yang tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga tertata dan bermartabat.(asroel bb).

