arrow_upward

Satu Abad Jam Gadang, Ini Kata Ramlan Nurmatias

11 Februari 2026 : 11.2.26

Jakarta, merapinews.com. — 

Jam Gadang bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan simbol perjalanan panjang bangsa.”

Penegasan itu disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, saat memaparkan rencana besar peringatan 100 Tahun Jam Gadang (1926–2026) dalam pertemuan bersama Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menurut Ramlan, satu abad Jam Gadang merepresentasikan perjalanan dari masa kolonial menuju kemerdekaan hingga persahabatan antarbangsa. Karena itu, peringatannya harus diisi dengan agenda edukatif, kultural, dan berskala internasional.

Dalam kunjungan tersebut, Ramlan didampingi Sekretaris Daerah dan sejumlah kepala SKPD. 

Rombongan disambut langsung Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama jajaran direktur jenderal di lingkungan Kementerian Kebudayaan.

Peringatan 100 tahun ikon Kota Bukittinggi itu dirancang sebagai momentum memperkuat identitas sejarah dan budaya, menegaskan posisi Bukittinggi sebagai kota perjuangan, sekaligus mengangkat warisan budaya daerah ke panggung nasional dan internasional.

Sejumlah agenda telah disiapkan, di antaranya Jam Gadang Cultural Night, seminar nasional dan internasional, lomba fotografi internasional, pameran 100 foto Jam Gadang, pekan sinema, promosi pariwisata, bazar UMKM, serta berbagai kegiatan lain yang terintegrasi dengan program unggulan 1001 Event.

“Pemerintah Kota Bukittinggi berharap peringatan ini menjadi ruang refleksi lintas generasi untuk merawat warisan budaya serta memperkuat ekosistem kebudayaan daerah secara berkelanjutan,” ujar Ramlan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi dan dukungan atas rencana tersebut. Ia menilai sejumlah agenda dapat diselaraskan dengan program kementerian, termasuk Dana Indonesiana yang mendukung pemajuan kebudayaan nasional.

“Kami mengapresiasi dan mendukung rangkaian kegiatan 100 Tahun Jam Gadang. Masih ada waktu untuk sinkronisasi dengan program di Kementerian Kebudayaan, sehingga kolaborasi dapat terbangun, baik secara teknis maupun pendanaan,” kata Fadli.

Ia juga mendorong agar program tersebut dikomunikasikan kepada lembaga legislatif dan eksekutif lainnya, sehingga semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap peringatan satu abad Jam Gadang dapat tumbuh secara luas.(rel/asroel bb).