Bukittinggi,merapinews.com
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyadari bahwa kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan bukan sekadar perubahan pola kerja, melainkan bagian dari upaya bersama menghadapi situasi yang menuntut efisiensi dan kepedulian.
“Ini bukan hanya soal bekerja dari rumah. Ini tentang bagaimana kita semua, khususnya ASN, ikut mengambil peran dalam menjaga stabilitas. Menghemat energi, menekan pengeluaran, dan di saat yang sama memastikan masyarakat tetap terlayani dengan baik,” ujarnya.
Didampingi wakil Walikota Ibnu Asis dan Sekda Bukittinggi, Alkadri, ia menegaskan di tengah kondisi global yang tidak menentu, pemerintah daerah harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan esensi pelayanan.
WFH adalah bentuk kepercayaan yang diberikan kepada ASN untuk tetap bekerja dengan disiplin dan tanggung jawab, meski tidak berada di kantor.
“Kita ingin Bukittinggi tetap bergerak. Pelayanan tidak boleh berhenti hanya karena cara kita bekerja berubah. Apakah kita benar-benar hadir untuk masyarakat, atau hanya sekadar menjalankan rutinitas,” katanya.
Ramlan juga mengajak seluruh ASN untuk memaknai kebijakan ini sebagai langkah kecil yang membawa dampak besar, tidak hanya bagi efisiensi anggaran, tetapi juga bagi masa depan tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif.
“Kalau kita bisa berhemat dari hal-hal sederhana, maka kita sedang menjaga kota ini tetap kuat. Kalau kita tetap melayani dengan hati, di mana pun kita bekerja, maka kepercayaan masyarakat akan tetap terjaga,”pesannya.(asroel bb)
