Bukittinggi,merapinews. —
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan peringatan 100 tahun Jam Gadang bukan sekadar seremoni, tetapi momentum besar untuk memperkuat identitas budaya Minangkabau sekaligus mengangkat pariwisata Sumatera Barat ke tingkat nasional dan internasional.
“Peringatan satu abad Jam Gadang harus menjadi kebanggaan bersama dan memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi daerah,” ujar Ramlan saat rapat persiapan peringatan 100 tahun Jam Gadang bersama Pemerintah Provinsi Sumbar di Kantor Wali Kota Bukittinggi, Jumat (29/5/2026).
Ramlan menjelaskan, rangkaian kegiatan peringatan 100 tahun Jam Gadang akan berlangsung pada 3 hingga 21 Juni 2026 di Kota Bukittinggi dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, komunitas, pelaku seni, budaya, hingga sektor pariwisata.
Berbagai agenda telah disiapkan untuk memeriahkan peringatan tersebut, di antaranya seminar internasional, Minangkabau Literacy Festival 2026, Jam Gadang Cultural Night, Bukittinggi East Film Festival, Jam Gadang Fun Run, hingga festival kuliner tradisional.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komitmen Pemerintahan yang dipimpinya di Provinsi Sumbar.
"Saya mendukung penuh peringatan satu abad Jam Gadang sebagai momentum memperkuat identitas budaya Minangkabau dan promosi pariwisata daerah", ujar Mahyeldi.
Menurut Mahyeldi, Jam Gadang bukan hanya ikon Kota Bukittinggi, tetapi juga simbol sejarah dan kebanggaan masyarakat Sumbar yang memiliki nilai penting dalam perjalanan sejarah bangsa.
“Kita berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu diperlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses dan memberi manfaat luas bagi daerah,” katanya.
Turut hadir dalam rapat tersebut sejumlah kepala OPD terkait dari Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Bukittinggi.(asroel bb)
