arrow_upward

100 Penyair Dunia Bergema Di Jam Gadang

07 Juni 2026 : 7.6.26

 

Bukittinggi, merapinews.com – 

Kawasan Pedestrian Jam Gadang dipenuhi lantunan puisi dari berbagai bahasa dan budaya saat 100 penyair dari berbagai negara tampil dalam Parade 100 Penyair, Sabtu (6/6/2026). 

Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang digelar bertepatan dengan peringatan 100 Tahun Jam Gadang.

Parade puisi, menjadi salah satu momen paling berkesan dalam perayaan satu abad ikon Kota Bukittinggi. 

Penyair dari dalam dan luar negeri secara bergantian membacakan karya-karya sastra mereka di bawah bayang-bayang Jam Gadang, simbol kebanggaan masyarakat Minangkabau yang telah berdiri selama satu abad.

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyebut Jam Gadang bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi telah berkembang menjadi simbol identitas, persatuan dan kemajuan Kota Bukittinggi yang dikenal hingga tingkat internasional.

“Jam Gadang telah menjadi ikon yang tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga internasional. Keberadaannya menjadi simbol sejarah, perjuangan, sekaligus penggerak sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ibnu Asis, peringatan 100 Tahun Jam Gadang harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga peringatan 100 Tahun Jam Gadang ini menjadi motivasi kuat bagi pemerintah untuk terus membangun Kota Bukittinggi, meningkatkan pelayanan publik dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua IMLF ke-4, Sastri Bakry, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan festival literasi internasional tersebut.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas literasi berhasil menjadikan IMLF ke-4 berlangsung meriah serta menjadi bagian penting dalam perayaan satu abad Jam Gadang.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi atas dukungan yang luar biasa, sehingga pelaksanaan IMLF ke-4 dapat berlangsung dengan sukses dan menjadi bagian dari peringatan 100 Tahun Jam Gadang,” ungkap Sastri.

Kehadiran ratusan penyair dari berbagai negara tidak hanya memperkuat posisi Bukittinggi sebagai kota wisata dan sejarah, tetapi juga menegaskan perannya sebagai ruang perjumpaan budaya dunia. 

Melalui puisi, pesan persahabatan, perdamaian dan keberagaman menggema dari jantung Kota Bukittinggi, menutup rangkaian IMLF ke-4 sekaligus menandai perayaan bersejarah satu abad Jam Gadang.(asroel bb)