Bukittinggi, merapinews.com — Keberhasilan seorang anak tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan yang dimilikinya. Di balik setiap anak yang tumbuh menjadi pribadi sukses, ada sosok yang tidak pernah lelah membimbing, mengarahkan, sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan.
Demikian disampaikan Yesi Endriani. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan menentukan arah masa depan generasi muda.
Atas dasar itulah, melalui dana pokok pikiran (Pokir) sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, ia menginisiasi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para guru. Kegiatan tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan peran guru dalam mendampingi anak-anak, tidak hanya dalam proses pendidikan, tetapi juga dalam pembentukan karakter.
“Keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh kecerdasannya, tetapi juga oleh sosok-sosok yang terus membimbing dan mengarahkannya,” ujar Yesi.
Sebagai Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Yesi menegaskan, guru merupakan mitra penting keluarga dalam mempersiapkan generasi yang berakhlak, berprestasi dan memiliki arah hidup yang jelas.
Menurutnya, pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Ada proses panjang yang melibatkan keluarga, sekolah dan lingkungan sosial. Dalam proses itulah, guru memiliki peran besar untuk memastikan anak-anak tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga tumbuh dengan karakter dan nilai kehidupan yang kuat.
Ketika seorang anak kelak berhasil mewujudkan cita-citanya, kata Yesi, kebahagiaan tersebut tidak hanya dirasakan oleh anak dan orang tuanya. Ada kebanggaan yang sama besarnya bagi para guru yang telah ikut mengiringi perjalanan mereka sejak awal.
“Ketika kelak anak-anak kita berhasil meraih cita-citanya, kebahagiaan itu bukan hanya milik mereka dan orang tuanya, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi para guru yang telah membersamai setiap prosesnya,” katanya.
Ia berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh para guru melalui Bimtek tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan semata. Lebih dari itu, ilmu tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran dan pendampingan anak-anak di lingkungan pendidikan masing-masing.
“Semoga ilmu yang diperoleh melalui Bimtek ini dapat menjadi bekal untuk terus menginspirasi, membimbing, dan mengantarkan lebih banyak anak menuju masa depan yang mereka impikan,” harapnya.
Jika diperlukan, naskah ini juga dapat dibuat lebih kritis dan menggigit, dengan menyoroti sejauh mana efektivitas penggunaan dana Pokir untuk peningkatan kualitas guru serta dampaknya terhadap mutu pendidikan.(asroel bb)
