Bukittinggi,merapinews.com. —
Janji politik Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, terkait dengan program unggulan Angkutan Sekolah Gratis.
Program itu segera diluncurkan setelah Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemko Bukittinggi melalui Dinas Perhubungan dengan Organda ditandatanagi sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program tersebut.
Penandatanganan PKS berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi, Kamis (1/10/2026).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi, Elza Aulia, mengatakan Angkutan Sekolah Gratis merupakan turunan dari salah satu program unggulan Pemko Bukittinggi, yakni Pendidikan Gemilang.
Menurutnya, program tersebut telah melalui sejumlah tahapan persiapan, mulai dari perencanaan, pendataan siswa, sosialisasi awal, hingga pendataan dan verifikasi kendaraan angkutan umum yang akan digunakan.
"Kita sudah melalui berbagai tahapan. Mulai dari perencanaan, kemudian tahapan pelaksanaan, pendataan siswa, sosialisasi awal, pendataan dan verifikasi angkutan hingga nanti pelaksanaannya," ungkap Elza.
Ia menjelaskan, mekanisme angkutan sekolah gratis akan menggunakan sistem karcis. Karcis diberikan kepada pihak sekolah untuk selanjutnya dibagikan kepada pelajar yang telah masuk dalam pendataan.
Setiap pelajar memperoleh dua karcis per hari, masing-masing untuk perjalanan pergi dan pulang sekolah.
Hingga saat ini, sebanyak 874 pelajar SMP telah masuk dalam pendataan melalui Google Form sesuai kebutuhan angkutan sekolah.
Di sisi lain, proses verifikasi terhadap kendaraan angkutan umum juga telah dilakukan bersama Organda dan koperasi angkutan umum.
"Dari hasil pemeriksaan, baru ada 53 kendaraan yang laik untuk menjadi angkutan sekolah pelajar," jelasnya.
Elza menyebut, kendaraan yang dinyatakan memenuhi persyaratan tersebut akan mulai beroperasi pada Senin mendatang.
Untuk perjalanan berangkat sekolah, karcis dapat digunakan pada pukul 06.30–07.30 WIB. Sedangkan untuk perjalanan pulang sekolah, karcis dapat dimanfaatkan pada pukul 12.00–18.30 WIB.
Sementara itu, Asisten II Setdako Bukittinggi, Dedi Syafrizal, mengatakan Pemko Bukittinggi melalui Dinas Perhubungan telah melakukan serangkaian persiapan agar program tersebut dapat berjalan dengan baik.
Selain melakukan pendataan pelajar, Pemko juga melakukan penyaringan terhadap kendaraan angkutan umum yang akan menjadi armada angkutan sekolah gratis.
"Kita sudah cek secara keseluruhan melalui koperasi yang ada. Kita cek kendaraannya, kondisinya, seperti pajaknya, keur (KIR)-nya, hingga administrasi dari sopir angkutan itu sendiri," kata Dedi.
Menurut Dedi, dari total 478 unit angkutan umum yang tercatat di Kota Bukittinggi, baru 53 unit yang memenuhi persyaratan untuk mendukung program angkutan sekolah gratis.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program tidak hanya menyangkut penyediaan angkutan bagi pelajar, tetapi juga memastikan kendaraan yang digunakan memenuhi persyaratan administrasi dan kelayakan operasional.
Pemko Bukittinggi berharap program Angkutan Sekolah Gratis dapat memberikan kemudahan bagi pelajar dalam mobilitas menuju dan dari sekolah, sekaligus menjadi bagian dari penguatan program Pendidikan Gemilang.(asroel bb)
