arrow_upward

Bupati Solok Jon Firman Pandu Raih Anugerah Tokoh Inspiratif SMSI 2026

19 Juni 2026 : 19.6.26

 

Jakarta, merapinews.com — 

Bupati Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, mengaku bersyukur atas penghargaan Tokoh Inspiratif Anugerah SMSI 2026 yang diterimanya dari Serikat Media Siber Indonesia.

"Penghargaan yang diterima nya itu semakin memotivasi saya untuk terus mendedikasikan diri dan mempersembahkan yang terbaik demi kemajuan Kabupaten Solok. Terima kasih kepada SMSI atas kepercayaan yang diberikan kepada saya," ujar Jon Firman Pandu usai menerima penghargaan di Hall Dewan Pers, Kamis (18/6/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus SMSI Kabupaten Solok dan seluruh insan pers yang selama ini ikut mempublikasikan berbagai program pembangunan di Kabupaten Solok.

Penghargaan tersebut diterima Jon Firman Pandu dalam Malam Anugerah SMSI 2026 yang digelar di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih No. 32-34, Jakarta Pusat. 

Dalam ajang berskala nasional itu, Bupati Solok menjadi salah satu dari 16 tokoh Indonesia yang menerima penghargaan Tokoh Inspiratif.

Anugerah SMSI 2026 diberikan kepada para tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam mendukung kemerdekaan pers, keterbukaan informasi publik, memperkuat demokrasi, serta mendukung pembangunan bangsa.

Pada malam penghargaan itu, Jon Firman Pandu didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok Susi Sofianti Saidani, Kabid IKP Baitul Azwar, serta jajaran pengurus SMSI Kabupaten Solok dan SMSI Sumatera Barat.

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia, Firdaus, dalam sambutannya menegaskan bahwa Anugerah SMSI bukan sekadar penghargaan seremonial, melainkan bentuk apresiasi masyarakat pers Indonesia kepada para tokoh yang menunjukkan keberpihakan terhadap kemerdekaan pers dan keterbukaan informasi publik.

"Pers merdeka adalah syarat penting bagi demokrasi yang sehat dan pembangunan yang berkelanjutan," kata Firdaus.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menyampaikan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia.

Menurutnya, perjalanan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran komunikasi dan pers yang menjadi sarana pemersatu berbagai kelompok masyarakat, suku, bahasa, dan budaya.

"Indonesia dibangun oleh komunikasi. Komunitas lahir dari komunikasi dan komunikasi yang sehat akan melahirkan identitas bersama," ujar Komaruddin Hidayat. (ris)