Bukittinggi, merapinews.com –
Direktur RSUD Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi, drg. Busril, menegaskan kini pelayanan donor dan transfusi darah di rumah sakit yang dipimpinnya telah didukung fasilitas modern dan peralatan berteknologi tinggi.
Salah satu perangkat unggulannya adalah CLIA (Chemiluminescent Immunoassay Analyzer) senilai Rp1 miliar lebih, berfungsinya untuk mendeteksi berbagai penyakit infeksi pada pendonor sebelum ditransfusikan kepada pasien.
"Pelayanan transfusi darah bukan sekadar menyediakan stok darah, tetapi bagaimana memastikan darah yang diberikan kepada pasien benar-benar aman. Karena itu, setiap darah donor harus melalui serangkaian pemeriksaan laboratorium menggunakan peralatan yang memenuhi standar pelayanan transfusi darah," ujar drg. Busril, menjawab pertanyaan diruang kerjanya, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menjelaskan, CLIA merupakan salah satu peralatan laboratorium paling canggih yang dimiliki Unit Transfusi Darah (UTD) RSAM Bukittinggi.
Teknologi itu mampu melakukan pemeriksaan dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang sangat tinggi sehingga keamanan darah donor dapat dipastikan sebelum digunakan untuk kebutuhan medis.
Melalui teknologi CLIA, darah donor dapat disaring dari berbagai penyakit infeksi yang berpotensi menular melalui transfusi, antara lain HIV-1 dan HIV-2, Hepatitis B (HBsAg), Hepatitis C (Anti-HCV), serta Sifilis yang disebabkan bakteri Treponema pallidum.
Pemeriksaan dilakukan secara otomatis sehingga hasilnya lebih cepat, akurat, dan meminimalkan potensi kesalahan manusia.
Lebih lanjut, drg. Busril menegaskan setiap kantong darah donor wajib menjalani proses uji saring penyakit infeksi sesuai standar pelayanan transfusi darah nasional.
"Seluruh proses dilakukan secara ketat sesuai standar operasional. Darah yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan keamanan tidak akan digunakan untuk transfusi kepada pasien," tegasnya.
Menurutnya, keberadaan Unit Transfusi Darah RSAM tidak hanya memenuhi kebutuhan pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut, tetapi juga menjadi penopang pelayanan kesehatan rujukan di wilayah Sumatera Barat bagian utara.
Rumah sakit ini melayani kebutuhan darah bagi pasien rujukan dari Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat hingga daerah perbatasan provinsi.
Kehadiran fasilitas tersebut semakin memperkuat komitmen RSAM Bukittinggi memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, aman, akurat, dan berkualitas bagi masyarakat.(asroel bb).
