Lubuak Basuang, merapinews.com --
"Tiga puluh tiga tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Apa yang telah dicapai Kabupaten Agam hari ini lahir dari persatuan, gotong royong, dan kebersamaan seluruh masyarakat. Semangat itu harus terus kita rawat untuk menjawab tantangan pembangunan ke depan."
Pesan itu disampaikan Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 penetapan Lubuk Basung sebagai ibu kota Kabupaten Agam di halaman Kantor Bupati Agam, Minggu (19/7).
Bagi Benni Warlis, peringatan ini bukan sekadar mengenang perpindahan pusat pemerintahan dari Bukittinggi ke Lubuk Basung. Lebih dari itu, hari bersejarah tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan panjang sebuah daerah yang dibangun dari tekad, pengorbanan, dan kerja bersama.
Saat Lubuk Basung ditetapkan sebagai ibu kota Kabupaten Agam pada 1993, banyak pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Sarana pemerintahan dibangun dari awal, infrastruktur terus dilengkapi, pelayanan publik diperkuat, hingga kawasan ini perlahan tumbuh menjadi pusat pemerintahan yang mampu menggerakkan pembangunan di seluruh wilayah Agam.
"Tidak ada keberhasilan yang lahir dari kerja sendiri. Semua kemajuan yang dirasakan masyarakat hari ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, pemuda, dan seluruh masyarakat Agam," ujar Benni.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-33 Lubuk Basung sebagai momentum memperkuat persatuan. Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks sehingga membutuhkan kebersamaan, semangat gotong royong, serta pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Di saat yang sama, Benni mengingatkan bahwa modernisasi tidak boleh mengikis jati diri masyarakat. Nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau harus tetap menjadi fondasi dalam setiap langkah pembangunan agar Kabupaten Agam tumbuh sebagai daerah yang maju, tetapi tetap berakar pada identitas budayanya.
Upacara HUT ke-33 Lubuk Basung sebagai ibu kota Kabupaten Agam berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala OPD, jajaran TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat. Peringatan itu menjadi pengingat bahwa perjalanan membangun Agam belum selesai, dan persatuan tetap menjadi modal utama untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.(asroel bb)
