Limapuluh Kota,merapinews.com –
Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, kembali menjadi sorotan. Selain dituding menimbulkan kerusakan lingkungan, keberadaan aktivitas tambang ilegal itu telah memicu persoalan sosial yang meresahkan masyarakat tempatan.
Sejumlah warga mengaku situasi di nagari dalam beberapa waktu terakhir semakin memanas, menyusul konflik rumah tangga yang diduga berkaitan dengan asmara pekerja tambang dari luar daerah.
Persoalan tersebut kini menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat, kondisinya bagaikan api dalam sekam dan siap meledak kalau Aparat Penegak Hukum (APH) diam?.
Warga berinisial Da, mengaku merasa dirugikan akibat persoalan yang menurutnya berawal dari kehadiran pekerja tambang yang sempat menumpang di rumahnya.
"Saya berharap pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai aturan dan tidak lagi beraktivitas di Nagari Galugur," ujarnya.
Keterangan senada disampaikan salah seorang kerabat DA yang menyebut persoalan tersebut telah berdampak terhadap kehidupan keluarga korban.
Namun demikian, dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam persoalan rumah tangga tersebut masih berupa keterangan dari narasumber dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Kepada wartawan koordinator Peti, Hh membantah memiliki hubungan khusus dengan istri orang lain. Ia menegaskan hubungan yang terjalin hanya sebatas rekan kerja untuk membantu memasak di lokasi tambang.
Terlepas dari polemik tersebut, masyarakat menilai akar persoalan tetap berada pada keberadaan aktivitas PETI yang hingga kini masih berlangsung.
Warga berharap aparat penegak hukum segera melakukan penertiban terhadap aktivitas tambang ilegal yang dinilai telah memicu berbagai persoalan, mulai dari kerusakan lingkungan hingga terganggunya ketenteraman masyarakat.
Tokoh masyarakat juga meminta Kerapatan Adat Nagari (KAN), niniak mamak, aparat kepolisian, serta pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk mengembalikan situasi agar tetap kondusif dan mencegah terjadinya konflik yang lebih luas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai tindak lanjut terhadap dugaan aktivitas PETI maupun persoalan sosial yang berkembang di Nagari Galugur.(asroel bb)
