Bukittinggi, merapinews.com –
Komunikasi publik yang efektif tidak lagi hanya diukur dari derasnya arus informasi yang disampaikan pemerintah, tetapi dari sejauh mana informasi tersebut mampu membangun kepercayaan, kedekatan, dan respons positif masyarakat.
Potret itu tergambar dalam hasil pemantauan POLSTRA Research & Consulting periode 27 Mei hingga 28 Juni 2026. Berdasarkan analisis tersebut, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mencatat jangkauan publik digital tertinggi di Sumatera Barat.
Capaian ini menunjukkan bahwa komunikasi Pemerintah Kota Bukittinggi di ruang digital mampu menjangkau publik secara luas dan menjadi perhatian masyarakat. Tingginya jangkauan tersebut juga mencerminkan kuatnya eksposur berbagai kebijakan, program pembangunan, serta aktivitas pemerintahan yang dipublikasikan melalui media digital.
POLSTRA menjelaskan, riset ini tidak mengukur tingkat elektabilitas maupun memprediksi hasil pemilu. Analisis dilakukan dengan memantau percakapan publik di berbagai platform digital, seperti X, Facebook, YouTube, TikTok, serta pemberitaan media daring. Pengukuran difokuskan pada jangkauan informasi dan sentimen masyarakat terhadap kepala daerah selama periode pemantauan.
Temuan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat strategi komunikasi publik yang terbuka, transparan, dan partisipatif. Di era digital, keberhasilan komunikasi bukan hanya ditentukan oleh banyaknya informasi yang dipublikasikan, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah membangun kepercayaan, menghadirkan keterbukaan, serta menjaga interaksi yang konstruktif dengan masyarakat.
Bagi Kota Bukittinggi, capaian tersebut menjadi indikator bahwa komunikasi pemerintahan semakin efektif dalam menjembatani penyampaian informasi publik, memperkuat citra daerah, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap berbagai kebijakan dan program pembangunan yang dijalankan.(asroel bb)
