Limapuluh Kota,merapinews.com --
Di hamparan lahan Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, seragam loreng TNI berbaur harmonis dengan pakaian khas petani.
Bukan suara deru alat berat yang mendominasi hari itu, melainkan gemericik keringat dan tawa renyah saat 150 personel Satgas TMMD/N ke-129 Kodim 0306/50 Kota turun langsung ke ladang. Di bawah komando Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, mereka tidak hanya membawa cangkul, tetapi juga membawa harapan baru bagi ketahanan pangan Limapuluh Kota.
Momen penanaman jagung bersama ini bukan sekadar aktivitas pertanian biasa. Ini adalah simbol nyata bahwa TMMD/N melampaui batas pembangunan fisik.
Jika pembukaan ruas jalan Air Putih–Buluh Kasok adalah "urat nadi" untuk memperlancar distribusi, maka jagung-jagung yang ditanam hari ini adalah "darah" yang akan mengalir menghidupkan ekonomi warga. Sinergi antara aspal dan agraris ini membuktikan bahwa kesejahteraan tidak bisa dibangun dari satu sisi saja.
Kepala Jorong Buluh Kasok, Edison, menyaksikan sendiri bagaimana kehadiran prajurit TNI menyuntikkan adrenalin positif bagi warganya.
Lebih dari sekadar tenaga kerja gratis, para prajurit ini hadir sebagai penyuluh dan motivator. Mereka menanam benih jagung sekaligus menanam optimisme bahwa nagari mereka mampu mandiri dan sejahtera.
Bupati Safni menyebutnya sebagai perwujudan semangat "Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa". Dan di foto ini, langkah itu terlihat begitu jelas: bahu membahu, tangan kotor oleh tanah, namun hati bersih oleh tujuan mulia. Membangun desa memang bukan sekadar membuka jalan setapak, tapi membuka jalan lebar menuju masa depan di mana setiap butir jagung adalah janji ke sejahteran yang tak ingkar.(rel/asroel bb)

